اِنَّهَا تَرْمِيْ بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِۚ
Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i).
Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi),
32-34. Kedahsyatan lain dari siksa neraka dijelaskan pada ayat ini,.Sungguh, neraka itu menyemburkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seakan-akan iring-iringan unta yang kuning dalam bentuk dan warnanya. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Allah menyebutkan pula bahwa neraka itu selalu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana ke seluruh penjuru. Allah mengumpamakan gejolak api neraka Jahanam yang sangat dahsyat itu dengan unta kuning yang sangat banyak dan bergerak cepat. Allah mengulangi lagi ancamannya bahwa kecelakaan bagi orang yang mendustakan karena mereka tidak dapat mengelakkan diri dari siksaan yang begitu hebat.
1. Bi Syararin بِشَرَرٍ (al-Mursalāt/77: 32)
Secara kebahasaan kata bi syarar terdiri dari dua kata, yaitu kata bi yang berarti dengan dan kata syarar yang berarti percikan-percikan api atau bunga api. Dalam konteks ayat ini, kata bi syarar bermakna pemberitahuan bahwa neraka itu menyemburkan percikan-percikan api yang dahsyat bagaikan bunga api yang sebesar dan setinggi istana.
2. Jimālatun جِمَالَتٌ (al-Mursalāt/77: 33)
Secara kebahasaan kata jimālat berarti unta-unta. Dalam konteks ayat ini, Allah mendiskripsikan dahsyatnya api neraka yang percikan-percikan apinya seolah-olah menyerupai unta-unta kuning yang beriring-iringan.
3. Wail وَيْل (al-Mursalāt/77: 40)
Secara kebahasaan kata wail merupakan kata jamid (kata yang tak terderivikasikan) yang berarti celakalah atau masuklah neraka wail. Dalam konteks ayat ini, pada hari Kiamat orang-orang yang mendustakan kebenaran misi kenabian Muhammad saw pasti celaka dan dimasukkan ke dalam neraka wail.















































