وَاِذَا الرُّسُلُ اُقِّتَتْۗ
Wa iżar-rusulu uqqitat.
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya,739)
10-11.Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa dengan kedatangan hari Kiamat, para nabi dan rasul dikumpulkan bersama-sama umat masing-masing. Tujuannya agar nabi dan rasul itu diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan misi kenabian dan kerasulan mereka di hadapan Allah serta umatnya sebagai saksi.
فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ ٤١
Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisā’/4: 41)
1. Al-Mursalāt الْمُرْسَلاَت (al-Mursalāt/77: 1)
Secara kebahasaan kata al-mursalāt adalah bentuk plural dari kata mursalah yang berarti sesuatu yang diutus. Dalam konteks ayat ini, sebagian mufasir mengartikan kata al-mursalāt dengan angin yang diutus, sedangkan sebagian yang lain mengartikan kata tersebut dengan para malaikat yang diutus.
2. Uqqitat اُقِّتَتْ (al-Mursalāt/77: 11)
Secara kebahasaan kata uqqitat merupakan bentuk majhūl (pasif) dari kata aqqata yang berarti telah ditetapkan waktunya. Dalam konteks ayat ini, kata uqqitat bermakna telah ditetapkan waktu berkumpulnya para rasul bersama umat mereka masing-masing.

















































