Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 36 - Surat Al-Mursalāt (Malaikat Yang Diutus)
المرسلٰت
Ayat 36 / 50 •  Surat 77 / 114 •  Halaman 581 •  Quarter Hizb 58.75 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ

Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a).

Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.

Makna Surat Al-Mursalat Ayat 36
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

35-37. Bagi yang mendustakan azab Allah tersebut, maka ayat ini menguraikan tentang kepastian datangnya azab tersebut. Inilah hari yaitu hari Kiamat, saat mereka tidak dapat berbicara pada waktu dan tempat-tempat tertentu, dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan kebenaran.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah selanjutnya menerangkan bahwa mereka tidak diizinkan untuk minta uzur, sebab hari itu bukanlah hari pembelaan diri, tetapi hari untuk menerima keputusan. Mereka dapat mengeluh dan menyesali nasib, namun untuk mengajukan sanggahan tidak mungkin lagi karena keputusan Allah tidak dapat diganggu gugat. Dalam Surah al-An‘ām/6: 23, orang musyrik di hari itu menyatakan bahwa mereka tidak mau musyrik lagi. Pada Surah an-Nisā'/4: 42 disebutkan bahwa mereka tidak bisa menyembunyikan pembi­caraannya, dan dalam ayat az-Zumar/39: 31 disebutkan mereka orang-orang kafir berdebat di muka Allah, saling menuduh, dan saling menyalahkan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bi Syararin بِشَرَرٍ (al-Mursalāt/77: 32)

Secara kebahasaan kata bi syarar terdiri dari dua kata, yaitu kata bi yang berarti dengan dan kata syarar yang berarti percikan-percikan api atau bunga api. Dalam konteks ayat ini, kata bi syarar bermakna pemberitahuan bahwa neraka itu menyemburkan percikan-percikan api yang dahsyat bagaikan bunga api yang sebesar dan setinggi istana.

2. Jimālatun جِمَالَتٌ (al-Mursalāt/77: 33)

Secara kebahasaan kata jimālat berarti unta-unta. Dalam konteks ayat ini, Allah mendiskripsikan dahsyatnya api neraka yang percikan-percikan apinya seolah-olah menyerupai unta-unta kuning yang beriring-iringan.

3. Wail وَيْل (al-Mursalāt/77: 40)

Secara kebahasaan kata wail merupakan kata jamid (kata yang tak terderivikasikan) yang berarti celakalah atau masuklah neraka wail. Dalam konteks ayat ini, pada hari Kiamat orang-orang yang mendustakan kebenaran misi kenabian Muhammad saw pasti celaka dan dimasukkan ke dalam neraka wail.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto