اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
Inna lil-muttaqīna ‘inda rabbihim jannātin-na‘īm(i).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
34-35.Bagi yang durhaka maka azab yang pedih akan menjadi balasannya, sedangkan bagi yang bertakwa balasannya seperti yang diuraikan pada ayat ini. Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin yang melaksanakan perintah-perintah Allah, menjauhi larangan-larangan-Nya, serta tunduk dan patuh kepada-Nya, akan ditempatkan di dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat. Hal ini sebagai balasan atas keimanan mereka kepada Allah dan amal saleh mereka ketika hidup di dunia.
1. Tadrusūn تَدْرُسُوْنَ (al-Qalam/68: 37)
Tadrusūn berarti mempelajari atau meneliti sesuatu guna diambil manfaatnya. Dalam konteks ayat ini, tadrusūn adalah membahas dan mendiskusikan kitab suci untuk mengambil informasi dan pesan-pesan yang dikandungnya. Pertanyaan menyangkut adanya kitab suci yang mereka baca dan pelajari merupakan sindiran terhadap orang-orang musyrik Mekah karena seandainya mereka memiliki kitab suci, mereka juga tidak bisa membacanya karena kebanyakan dari mereka buta huruf.
2. Takhayyarūn تَخَيَّرُوْنَ (al-Qalam/68: 38)
Takhayyarūn berasal dari kata al-khair, yaitu segala sesuatu yang diinginkan. Akar katanya adalah “kha-ya-ra” yang artinya menyenangi atau cenderung. Al-Khair adalah lawan dari asy-syar yaitu kejahatan. Dari sini muncul kata khayyara yang berarti memilih. Ayat ini mempertanyakan kepada orang-orang musyrik Mekah apakah mereka memiliki kitab suci yang di dalamnya mereka bisa atau boleh memilih secara sungguh-sungguh apa yang mereka sukai. Juga dijelaskan tentang ganjaran yang diancamkan Allah kepada mereka.















































