Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Al-Qalam (Pena)
القلم
Ayat 15 / 52 •  Surat 68 / 114 •  Halaman 564 •  Quarter Hizb 57.25 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ

Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “(Ini adalah) dongengan orang-orang terdahulu.”

Makna Surat Al-Qalam Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Namun dia mengingkari ajaran Allah, maka apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, “lni adalah dongeng-dongeng orang dahulu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa bila orang-orang musyrik Mekah mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, mereka mengatakan Al-Qur’an itu tidak lain adalah perkataan Muhammad saja dan berisi dongeng-dongeng orang dahulu kala, sama sekali bukan wahyu yang disampaikan Allah kepadanya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ ٢٤ اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ ٢٥

Lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.” (al-Muddaṡir/74: 24-25)

Di samping, orang-orang musyrik juga mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah sihir yang dikemukakan seorang tukang sihir dan sebagainya. Akan tetapi, dari semua tuduhan yang mereka lontarkan itu, dapat dipahami bahwa mereka melakukan hal demikian semata-mata karena telah kehilangan akal mencari alasan yang dapat dikemukakan untuk membantah kebenaran Al-Qur’an. Setiap kali mereka merenungkannya, semakin timbul kepercaya-an dalam hati mereka kepada Al-Qur’an. Namun demikian, nafsu mereka masih mengalahkan kebenaran yang telah timbul dalam lubuk hati mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Hammāzin هَمَّازٍ (al-Qalam/68: 11)

Al-Hamaz berarti tekanan dan dorongan yang keras, hammāzin artinya pencela. Dari sini muncul makna lain yaitu mendorong orang lain, menusuk dengan tangan atau tongkat. Dari sini pula kata tersebut dipahami dalam arti menggunjing, mengumpat, menyebut sisi negatif orang lain tidak di hadapan yang bersangkutan yang dikenal dengan istilah gibah. Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak mengikuti orang-orang kafir yang menyifati Nabi dengan berbagai sifat buruk, sehingga Allah juga menyifati mereka juga dengan sifat yang hina seperti pencela.

2. Utullin عُتُلٍّ (al-Qalam/68: 13)

Utull artinya kasar, terambil dari kata ‘atala, artinya menggiring dengan kasar, seperti menggiring unta. Kata ini digunakan menunjuk seseorang yang keras hati, kepala batu, kasar, dan enggan berbuat baik kecuali terpaksa.

3. Zanīm زَنِيْمٍ (al-Qalam/68: 13)

Zanīm berasal dari kata zanama, artinya sesuatu yang dipotong sebagai tanda pada telinga unta dan dibiarkan terulur. Para ulama mengartikan kata zanīm sebagai perangai buruk pada diri seseorang sehingga ia dikenal dengan perangai buruk tersebut.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto