كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ
Każżabat ṡamūdu bin-nużur(i).
(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
Seperti kaum Nabi Nuh dan kaum ‘Ad, kaum Samud pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Saleh. Kaum Samud pun telah mendustakan rasul Allah dan peringatan itu
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Ṡamūd menganggap dusta peringatan-peringatan yang disampaikan nabi mereka Nabi Saleh, yaitu mentauhidkan Allah, iman kepada rasul dan hari Kiamat.
1. Asyir اَشِرٌ (al-Qamar/54: 25)
Asyir artinya sombong. Ibnu Fāris mengartikannya sebagai keras kepala, suka tergesa-gesa, dan mengingkari kenikmatan. Sedangkan menurut al-Aṣfahānī, asyir bermakna lebih dari hanya sekadar mengingkari nikmat Allah. Ayat ini menggambarkan sikap Kaum Ṡamūd yang menolak mengikuti risalah Nabi Saleh, karena menganggap Nabi Saleh tidak memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan mereka bahkan mereka menganggap Nabi Saleh itu sombong.
2. Al-Muḥtaẓir الْمُحْتَظِر (al-Qamar/54: 31)
Al-Muḥtaẓir artinya kandang ternak. Berasal dari kata al-ḥaẓru, artinya mencegah dan melarang. Wal-ḥiẓar artinya kandang ternak, sedangkan al-muḥtaẓir adalah orang yang bekerja di kandang ternak atau pemilik kandang ternak itu sendiri. Ayat ini menjelaskan bagaimana azab Allah berupa suara yang dahsyat yang menggelegar dan menghantam kaum Ṡamūd sehingga mereka binasa bagaikan rumput kering yang dikumpulkan oleh pemilik kandang ternak.













































