وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Peristiwa yang menimpa kaum ‘Ad merupakan pelajaran berharga bagi orang yang mau memperhatikan. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia. Maka, adakah di antara mereka orang yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepadanya dan membantunya memahami kitab suci ini?
Allah juga kembali menegaskan bahwa Al-Qur’an mudah difahami dan diambil sebagai peringatan karena Allah menyampaikan contoh yang gamblang di dalamnya, karena itu manusia seharusnya mengimaninya dalam menjalankan ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya supaya mereka bahagia di dunia dan di akhirat.
1. Rīḥan Ṣarṣaran رِيْحًا صَرْصَرًا (al-Qamar/54:19)
Rīḥ ṣarṣar artinya angin yang sangat kencang, asal katanya aṣ-ṣarru, artinya kencang, kuat. Dari kata ini timbul kata al-iṣrar yang berarti tekad yang membaja dan kata ṣarṣar yang artinya sangat kencang. Dalam ayat ini Allah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada kaum ‘Ād sebagai hukuman atas kedurhakaan mereka kepada Allah dan rasul-Nya.
2. Yaumi Naḥsin يَوْمِ نَحْسٍ (al-Qamar/54: 19)
Yaumi naḥsin artinya hari yang sial, berasal dari kata an-naḥsu yang berarti memerahnya ufuk, sehingga menjadi seperti api yang menyala tanpa asap. Kata ini kemudian digunakan dalam arti lawan kata dari kebahagiaan atau sial. Kata naḥs disebutkan dalam Al-Qur’an satu kali dalam bentuk tunggal (al-Qamar/54: 19) dan satu kali disebutkan dalam bentuk jama‘ (Fuṣṣilat/41: 16). Ayat ini tidak bisa dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al-Qur’an mengakui adanya hari sial. Kesialan pada ayat di atas khusus terjadi pada saat terjadinya angin yang bertiup terus menerus menimpa kaum ‘Ād yang mengakibatkan kebinasaan mereka. Allah juga menyebutkan hari bahagia yang penuh berkah pada (ad-Dukhān /44:3) dan (al-Qadr/97:3).
3. Munqa‘ir مُنْقَعِر (al-Qamar/54 : 20)
Munqa‘ir artinya bagian yang terdalam dari satu lubang, seperti dasar sumur. Kata al-munqa‘ir dalam ayat ini mengisyaratkan bahwa mereka benar-benar tewas tidak bisa bangkit lagi, seperti pohon kurma yang tumbang, tercabut mulai dari akarnya sehingga tidak ada lagi bekas-bekasnya. Kata al-munqa‘ir hanya disebutkan satu kali dalam Al-Qur’an yaitu dalam ayat ini.






























