فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ
Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”
Pembangkangan kaum Nabi Nuh makin menjadi. Meski sudah didakwahi sekian ratus tahun, hanya segelintir kaumnya yang beriman. Maka dia menengadahkan tangan, mengadu kepada Tuhannya, Sesungguhnya aku telah dikalahkan dengan keingkaran dan perlakuan buruk kaumku, maka tolonglah aku, wahai Tuhan Pemeliharaku.
Nabi Nuh berdoa kepada Allah swt bahwa ia tidak berdaya menghadapi ancaman kaumnya, dan memohon kepada Allah agar menolongnya. Doa Nabi Nuh terdapat dalam Surah Nuḥ/71: 26-28, bahwa Nabi Nuh memohon kepada Allah agar orang kafir dihancurkan, karena mereka hanya akan menyesatkan manusia dan akan melahirkan orang-orang durhaka dan kafir. Disamping itu Nabi Nuh juga memohon ampunan bagi kedua orangtua dan orang-orang yang beriman. Hal ini dilakukan setelah Nabi Nuh mengetahui keingkaran mereka dan hampir lelahnya Nabi Nuh dalam menyampaikan dakwahnya. Firman Allah:
وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا ٢٦ اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا ٢٧ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِن ِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰت ِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا ࣖ ٢٨
Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.” (Nūḥ/71: 26-28)
1. Bimā'in Munhamir بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ (al-Qamar/54: 11)
Bimā'in munhamir artinya air yang sangat deras, berasal dari kata al-hamru, artinya mencurahkan air, menuangkan air, atau mencucurkan air mata dengan sangat deras. Dari sini muncul kata inhamara, yang artinya air yang tercurah dengan deras. Dalam konteks ayat ini, Allah mengabulkan doa Nabi Nuh, untuk menghukum kaumnya yang mendustakan risalah yang disampaikannya dengan mencurahkan air yang sangat deras dari langit yang telah dibuka pintu-pintunya lebar-lebar.
2. Yassarnal-Qur'ān يَسَّرْنَا الْقُرْان (al-Qamar/54: 17)
Yassarnal-Qur'ān artinya “Kami memudahkan Al-Qur’an.” Akar kata yang terdiri dari (yā’-sīn-rā’) mengandung arti mudah, gampang. Sesuatu yang sedikit juga disebut yasīr, karena sesuatu yang sedikit mudah untuk didapatkan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah betul-betul memudahkan Al-Qur’an bagi mereka yang mau mengambil pelajaran. Dalam kenyataannya Al-Qur’an gampang untuk dibaca, dihapalkan, dan dipelajari. Sangat banyak anak-anak yang masih belum mengerti arti ayat-ayat Al-Qur’an, namun mereka telah bisa membacanya dengan baik dan fasih, sebagaimana pada Taman Kanak-kanak Al-Qur’an yang menjamur saat ini. Banyak juga anak-anak yang hafal Al-Qur’an dengan baik. Jumlah penghafal Al-Qur’an juga sangat banyak. Al-Qur’an juga gampang dipelajari artinya pada saat ini. Metode menerjemahkan Al-Qur’an juga sudah banyak diperkenalkan dan banyak yang mampu menerjemahkan Al-Qur’an. Semuanya menunjukkan tentang keistimewaan Al-Qur’an.















































