وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya.
Kaum musyrik mendustakan kebenaran yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Muhammad saw, dan mengikuti hawa nafsu karena kebodohan mereka. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa sesuatu itu akan berhenti pada sasaran yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketetapan Allah. Karena itu persoalan orang-orang musyrik akan berhenti pada kehinaan di dunia dan azab yang kekal di akhirat, sedang persoalanmu hai Muhammad saw akan berhenti pada kemenangan di dunia dan surga di akhirat.
1. Muzdajar مُزْدَجَر (al-Qamar/54: 4)
Muzdajar terambil dari kata zajara-az-zajra artinya “membentak” “menghardik” untuk mencegah terjadinya sesuatu. Muzdajar adalah tempat terjadinya hardikan sehingga terjadi pencegahan. Maksudnya adalah bahwa Allah telah menyampaikan peristiwa-peristiwa masa lalu, yaitu kehancuran sebagian umat terdahulu karena pembangkangan mereka. Peristiwa itu hendaknya dijadikan sebagai hardikan (peringatan) untuk mencegah manusia dari melakukan dosa yang sama. Dari kata itu terdapat kata az-zājirāti yaitu malaikat yang menghardik awan sehingga ia berarak dan menurunkan hujan, atau malaikat-malaikat yang membentak manusia dalam lubuk hatinya sehingga tidak jadi mengerjakan kejahatan yang ditiupkan setan. Uzdujir artinya “dibentak”, yaitu Nabi Nuh dibentak atau diancam kaumnya supaya tidak meneruskan dakwahnya kepada mereka.
2. Ḥikmatun Bāligah حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ (al-Qamar/54:5)
Ḥikmah adalah kebenaran sejati yang diperoleh melalui ilmu dan akal. Bāligah dari balaga yaitu sampai ke puncaknya. Ḥikmatun-bāligah berarti kebenaran yang sudah sampai ke puncaknya, kebenaran yang tak ada cacatnya. Maksudnya adalah ayat-ayat Al-Qur’an.














































