اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ
Am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”
Peringatan itu tidak diperhatikan oleh kaum musyrik Mekah. Atau mereka mengatakan dengan penuh kesombongan, “Kami ini golongan yang sangat kompak dan selalu bersatu. Kami adalah golongan yang pasti menang dalam menghadapi siapa saja.”
Allah masih melanjutkan pertanyaan apakah mereka merasa merupakan suatu kekuatan yang sangat kompak sehingga begitu kuatnya dan tidak mungkin dikalahkan. Abu Jahal berkata, pasukan mereka banyak dan kuat, mereka pasti akan menang (pada peristiwa Perang Badar).
Muntaṣir مُنْتَصِر (al-Qamar/54 : 44)
Muntaṣir artinya menang, terambil dari kata naṣara, yaitu membela atau membantu. Al-intiṣar berarti kemenangan. Allah mengungkap isi hati orang musyrik Mekah yang menolak dakwah rasul dimana mereka menyangka akan menang karena persatuan mereka yang begitu kompak. Maka Allah menolak sangkaan mereka pada ayat sesudahnya dimana mereka akan dikalahkan pada Perang Badar.


































