كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ
Każżabat qaumu lūṭim bin-nużur(i).
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
Beralih dari kisah Kaum Samud dan azab yang menimpa mereka, Allah lalu bertutur tentang kisah Nabi Lut. Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan nabinya itu.
Kisah itu dimulai untuk menghukum mereka. Allah menerangkan bahwa kaum Lut juga telah menganggap peringatan-peringatan Allah yang disampaikan-Nya melalui Nabi Lut, bohong. Peringatan-peringatan itu adalah agar mereka meninggalkan perbuatan-perbuatan kotor yang mereka lakukan yaitu hubungan kelamin sesama laki-laki.
1. Fatamārau فَتَمَارَوْا (al-Qamar/54: 36)
Fatamārau artinya meragukan, asal katanya al-miryah yaitu ragu-ragu dalam suatu persoalan. Bermakna lebih khusus daripada syakk. Ayat ini menjelaskan bagaimana azab yang menimpa kaum Nabi Lut membinasakan mereka padahal Allah telah memberi peringatan, namun mereka meragukan peringatan tersebut sehingga azab benar-benar menimpa.
2. Faṭamasnā فَطَمَسْنَا (al-Qamar/54: 37)
Faṭamsnā artinya membutakan. Berasal dari aṭ-ṭamsu, artinya menghilangkan bekas-bekasnya. Arti faṭamasnā adalah menghilangkan penglihatan seperti menghilangkan bekas-bekas atau sisa-sisa dari sesuatu. Ayat ini menggambarkan hukum Allah atas orang-orang yang durhaka kepada nabinya, yaitu Nabi Lut, bahkan mereka ingin melakukan hubungan sodomi dengan tamu-tamu Nabi Lut, sehingga Allah membutakan mata mereka.














































