وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia, maka adakah di antara mereka yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepada-nya dan membantunya memahami kitab suci ini?
Allah yang menurunkan Al-Qur’an yang mudah dibaca dan difahami untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang mau menjadikan pelajaran, karena itu hendaknya manusia mengimaninya dan menjalankannya.
Dalam ayat lain dinyatakan bahwa Al-Qur’an hanya bermanfaat bagi orang yang beriman, karena mereka menjalankannya:
وَذَك ِرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْن َ ٥٥
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang Mukmin. (aż-Żāriyāt/51: 55)
Dan seperti firman-Nya:
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُو ْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّر َ اُولُوا الْاَلْبَابِ ٢٩
Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (Ṣād/38: 29)
فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِهٖ قَوْمًا لُّدًّا ٩٧
Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang. (Maryam/19: 97)
Al-Qur’an itu mudah difahami dan dijalankan, karena Nabi saw menjelaskan dan mencontohkan pelaksanaannya. Isi Al-Qur’an adalah kabar gembira bagi yang takwa dan peringatan bagi yang membangkang, karena itu hendaknya manusia menjadi orang yang takwa dengan menjalankannya dan tidak mengingkarinya, karena akan menjadi orang yang merugi.
1. Bimā'in Munhamir بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ (al-Qamar/54: 11)
Bimā'in munhamir artinya air yang sangat deras, berasal dari kata al-hamru, artinya mencurahkan air, menuangkan air, atau mencucurkan air mata dengan sangat deras. Dari sini muncul kata inhamara, yang artinya air yang tercurah dengan deras. Dalam konteks ayat ini, Allah mengabulkan doa Nabi Nuh, untuk menghukum kaumnya yang mendustakan risalah yang disampaikannya dengan mencurahkan air yang sangat deras dari langit yang telah dibuka pintu-pintunya lebar-lebar.
2. Yassarnal-Qur'ān يَسَّرْنَا الْقُرْان (al-Qamar/54: 17)
Yassarnal-Qur'ān artinya “Kami memudahkan Al-Qur’an.” Akar kata yang terdiri dari (yā’-sīn-rā’) mengandung arti mudah, gampang. Sesuatu yang sedikit juga disebut yasīr, karena sesuatu yang sedikit mudah untuk didapatkan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah betul-betul memudahkan Al-Qur’an bagi mereka yang mau mengambil pelajaran. Dalam kenyataannya Al-Qur’an gampang untuk dibaca, dihapalkan, dan dipelajari. Sangat banyak anak-anak yang masih belum mengerti arti ayat-ayat Al-Qur’an, namun mereka telah bisa membacanya dengan baik dan fasih, sebagaimana pada Taman Kanak-kanak Al-Qur’an yang menjamur saat ini. Banyak juga anak-anak yang hafal Al-Qur’an dengan baik. Jumlah penghafal Al-Qur’an juga sangat banyak. Al-Qur’an juga gampang dipelajari artinya pada saat ini. Metode menerjemahkan Al-Qur’an juga sudah banyak diperkenalkan dan banyak yang mampu menerjemahkan Al-Qur’an. Semuanya menunjukkan tentang keistimewaan Al-Qur’an.
















































