تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ
Tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
yang berlayar dengan pemeliharaan dan pengawasan Kami, sebagai ganjaran dan balasan bagi orang yang telah diingkari oleh kaumnya.
Meskipun topan sangat dahsyat disertai hujan yang sangat lebat dan gelombang air besarnya laksana gunung, kapal itu berlayar dengan selamat berjalan di bawah pengawasan Allah sebagai balasan doanya, sebagaimana diinformasikan dalam ayat lain.
وَهِيَ تَجْرِيْ بِهِمْ فِيْ مَوْجٍ كَالْجِبَالِۗ وَنَادٰى نُوْحُ ِۨابْنَهٗ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يّٰبُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنْ مَّعَ الْكٰفِرِيْنَ ٤٢
Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.” (Hūd/11: 42)
1. Bimā'in Munhamir بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ (al-Qamar/54: 11)
Bimā'in munhamir artinya air yang sangat deras, berasal dari kata al-hamru, artinya mencurahkan air, menuangkan air, atau mencucurkan air mata dengan sangat deras. Dari sini muncul kata inhamara, yang artinya air yang tercurah dengan deras. Dalam konteks ayat ini, Allah mengabulkan doa Nabi Nuh, untuk menghukum kaumnya yang mendustakan risalah yang disampaikannya dengan mencurahkan air yang sangat deras dari langit yang telah dibuka pintu-pintunya lebar-lebar.
2. Yassarnal-Qur'ān يَسَّرْنَا الْقُرْان (al-Qamar/54: 17)
Yassarnal-Qur'ān artinya “Kami memudahkan Al-Qur’an.” Akar kata yang terdiri dari (yā’-sīn-rā’) mengandung arti mudah, gampang. Sesuatu yang sedikit juga disebut yasīr, karena sesuatu yang sedikit mudah untuk didapatkan. Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah betul-betul memudahkan Al-Qur’an bagi mereka yang mau mengambil pelajaran. Dalam kenyataannya Al-Qur’an gampang untuk dibaca, dihapalkan, dan dipelajari. Sangat banyak anak-anak yang masih belum mengerti arti ayat-ayat Al-Qur’an, namun mereka telah bisa membacanya dengan baik dan fasih, sebagaimana pada Taman Kanak-kanak Al-Qur’an yang menjamur saat ini. Banyak juga anak-anak yang hafal Al-Qur’an dengan baik. Jumlah penghafal Al-Qur’an juga sangat banyak. Al-Qur’an juga gampang dipelajari artinya pada saat ini. Metode menerjemahkan Al-Qur’an juga sudah banyak diperkenalkan dan banyak yang mampu menerjemahkan Al-Qur’an. Semuanya menunjukkan tentang keistimewaan Al-Qur’an.
















































