وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
Wa takūnul-jibālu kal-‘ihnil-manfūsy(i).
dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan.
Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu halus yang diterbangkan angin. Lalu bagaimanakah keadaan manusia yang mempunyai tubuh yang lemah itu bila mengalami al-qāri‘ah itu.
Banyak terdapat dalam Al-Qur’an ayat-ayat tentang keadaan gunung-gunung pada hari Kiamat, di antaranya Allah berfirman pada ayat-ayat berikut:
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (an-Naml/27 : 88)
وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا
Dan menjadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan. (al-Muzzammil/73: 14)
وَّسُيِّرَت الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ
Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. (an- Naba'/78: 20)
Semua keterangan tersebut untuk menjelaskan bahwa gunung-gunung yang besar dan kuat seharusnya tetap tidak dapat digerakkan, tetapi al-Qāri‘ah dapat menghancurkannya, apalagi manusia makhluk yang lemah.
Al-Qāri‘ah الْقَارِعَة (al-Qāri‘ah/101: 1)
Kata al-qāri‘ah terambil dari kata qara‘a-yaqra‘u-qar‘an, yang berarti mengetuk. Kata al-qāri‘ah juga diartikan sebagai suatu yang keras mengetuk sehingga memekakkan telinga. Hal ini terjadi pada awal terjadinya hari Kiamat, karena suara menggelegar yang diakibatkan oleh kehancuran alam raya sedemikian keras, sehingga bagaikan mengetuk lalu memekakkan telinga, bahkan hati dan pikiran manusia. Oleh sebab itu, nama hari Kiamat, salah satunya dinamai al-qāri‘ah dan sebagai salah satu nama surah dalam Al-Qur’an.
Kata al-qāri‘ah disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an dan 3 kali dari kata-kata tersebut terdapat pada Surah al-Qāri‘ah dan 1 kali dalam Surah al-Ḥāqqah ayat 4. Ada pula disebutkan dalam bentuk nakirah yaitu qāri‘ah (tanpa alif lām) disebutkan hanya 1 kali yaitu pada Surah ar-Ra‘d ayat 31.






































