وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-qāri‘ah(tu).
Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?
Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan itu agar manusia semakin tergugah, “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”
Allah mengulangi kata al-qāri‘ah itu adalah untuk menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat itu, seakan-akan tidak ada sesuatu pun yang dapat dijadikan contoh untuk al-qāri‘ah itu. Bagaimana pun mengkhayalkannya, al-qāri‘ah lebih hebat dari itu.
Al-Qāri‘ah الْقَارِعَة (al-Qāri‘ah/101: 1)
Kata al-qāri‘ah terambil dari kata qara‘a-yaqra‘u-qar‘an, yang berarti mengetuk. Kata al-qāri‘ah juga diartikan sebagai suatu yang keras mengetuk sehingga memekakkan telinga. Hal ini terjadi pada awal terjadinya hari Kiamat, karena suara menggelegar yang diakibatkan oleh kehancuran alam raya sedemikian keras, sehingga bagaikan mengetuk lalu memekakkan telinga, bahkan hati dan pikiran manusia. Oleh sebab itu, nama hari Kiamat, salah satunya dinamai al-qāri‘ah dan sebagai salah satu nama surah dalam Al-Qur’an.
Kata al-qāri‘ah disebutkan 4 kali dalam Al-Qur’an dan 3 kali dari kata-kata tersebut terdapat pada Surah al-Qāri‘ah dan 1 kali dalam Surah al-Ḥāqqah ayat 4. Ada pula disebutkan dalam bentuk nakirah yaitu qāri‘ah (tanpa alif lām) disebutkan hanya 1 kali yaitu pada Surah ar-Ra‘d ayat 31.








































