Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 24 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 269 •  Quarter Hizb 27.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ مَّاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۙقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ

Wa iżā qīla lahum māżā anzala rabbukum, qālū asāṭīrul-awwalīn(a).

Apabila dikatakan kepada mereka, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Dongeng-dongeng orang terdahulu.”

Makna Surat An-Nahl Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kesombongan mereka terbukti dengan penolakan mereka terhadap Al-Qur’an. Dan hal ini terbukti apabila dikatakan kepada mereka oleh Nabi Muhammad atau siapa pun, “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu yang telah menganugerahkan nikmat dan kebaikan-Nya untuk kemaslahatan kamu?” Dengan penuh kesombongan dan keangkuhan mereka menjawab, “Allah tidak menurunkan apa pun. Apa yang disampaikan oleh Muhammad hanyalah dongeng-dongeng orang dahulu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt menjelaskan kesombongan orang-orang musyrik, yaitu apabila ditanyakan kepada mereka apakah yang telah diturunkan oleh Allah? Mereka pun menjawab bahwa Allah tidak menurunkan apa pun juga kepada Muhammad. Apa yang dibacakan oleh Muhammad itu tiada lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang ia ambil dari kitab kuno.

Ucapan seperti itu menggambarkan kesombongan mereka terhadap diri Rasulullah dan kepada firman Allah.

Allah swt berfirman :

وَقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلٰى عَلَيْهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ٥ (الفرقان)

Dan mereka berkata, ”(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.” (al-Furqān/25: 5)

Kesombongan mereka terhadap Nabi Muhammad digambarkan dengan kata-kata seperti tuduhan mereka bahwa Nabi Muhammad itu tukang sihir, penyair, dan tukang tenung. Bahkan ada yang secara berlebih-lebihan menuduhnya sebagai orang gila. Kesombongan mereka kepada Nabi Muhammad saw bukan saja terlihat dari ucapan-ucapan mereka akan tetapi betul-betul telah merasuki jiwa dan darah daging mereka.

Allah swt berfirman:

اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ ١٨ فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ ١٩ ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ ٢٠ ثُمَّ نَظَرَۙ ٢١ ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ ٢٢ ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ ٢٣ فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ ٢٤ اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ ٢٥ (المدّثّر)

Sesunggu hnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, ”(Al-Qur’an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.” (al-Muddaṡṡir/74: 18-25)

Isi Kandungan Kosakata

Munkirah مُنْكِرَةٌ (an-Naḥl/16: 22)

Asal katanya nakara yang berarti meyakini sesuatu di hati yang tidak pernah terbayangkan karena ketidaktahuannya. Al-Inkār artinya meng-ingkari, lawan dari al-iqrār atau mengakui. Orang biasanya mengingkari sesuatu dengan lisannya karena hatinya memang mengingkarinya, tapi kadang-kadang lisannya mengingkari namun hatinya meyakini, ini artinya dia berbohong (an-Naḥl/16: 83). Sedangkan kata al-munkar adalah semua perbuatan yang dinilai akal sehat sebagai perbuatan yang jelek atau tercela menurut agama.

Dalam ayat ini, qulūbuhum munkirah artinya hati mereka menentang fakta yang nyata yaitu keesaan Allah meskipun sudah jelas tanda-tanda yang menunjukkannya. Keingkaran ini menjadi bagian dirinya yang sulit diubah dari orang-orang yang tidak mempercayai Allah, karena redaksi ayat dalam bentuk nominal yang menunjuk pada satu situasi yang tetap dan tidak berubah. Kata ini hanya sekali disebutkan dalam Al-Qur’an.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto