Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 17 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 269 •  Quarter Hizb 27.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

اَفَمَنْ يَّخْلُقُ كَمَنْ لَّا يَخْلُقُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Afamay yakhluqu kamal lā yakhluq(u), afalā tażakkarūn(a).

Maka, apakah (Zat) yang (dapat) menciptakan (sesuatu) sama dengan yang tidak (dapat) menciptakan? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Makna Surat An-Nahl Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menyebut berbagai nikmat dan bukti kekuasaan-Nya di alam semesta, Allah lalu menanyai manusia, “Maka, wahai kaum kafir, apakah Allah yang menciptakan semua itu dengan kekuasaan-Nya sama keadaan dan kedudukannya dengan sesembahanmu yang tidak dapat menciptakan apa pun? Tentu tidak sama! Mengapa kamu tidak mau mengambil pelajaran dari apa yang kamu saksikan di alam raya ini?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesudah itu, Allah swt membungkam orang-orang musyrik dan mematahkan alasan-alasan yang mereka kemukakan karena mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan tetap bergelimang dalam kemusyrikannya. Allah swt menyuruh mereka agar memperhatikan apakah yang menciptakan segala macam nikmat yang diberikan kepada manusia sama dengan patung-patung yang mereka sembah yang tidak dapat menciptakan apa-apa. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari berbagai macam nikmat tadi sehingga mereka akan mengenal siapakah sebenarnya yang pantas memiliki kekuasaan tertinggi, dan menentukan segala macam bentuk kejadian menurut kehendaknya.

Sebenarnya apabila mereka mau merenungkan kejadian alam beserta seluruh isinya dan segala macam nikmat yang diperoleh, mereka tentu akan meninggalkan penyembahan patung-patung yang menjadi tradisi nenek moyang mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Yub‘aṡūn يُبْعَثُوْنَ (an-Naḥl/16: 18)

Masdarnya al-ba‘ṡ artinya mengirim dari satu tempat ke tempat lain, membangkitkan, menggerakkan untuk berjalan, dan sebagainya. Al-ba‘ṡ menurut Ragīb al-Asfaḥāni dibagi menjadi dua, satu bersifat kemanusiaan seperti kata ba‘aṡal-insān fī ḥājah, artinya seseorang berjalan memenuhi kebutuhannya. Kedua, bersifat ketuhanan yang juga terbagi dua:

a. menciptakan makhluk yang belum pernah ada

b. menghidupkan orang yang sudah mati

Dalam istilah Al-Qur’an penggunaan arti al-ba‘ṡ yang banyak dipakai adalah menghidupkan manusia sesudah mati untuk dihisab. Sehingga yaumul- ba‘ṡ dinamakan pula yaumul-ḥasyr, artinya hari kebangkitan, yaitu hari pengumpulan manusia sesudah dibangkitkan (dihidupkan) untuk diper-hitungkan amal baik-buruknya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto