Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 1 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 267 •  Quarter Hizb 27.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

اَتٰىٓ اَمْرُ اللّٰهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْهُ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Atā amrullāhi falā tasta‘jilūh(u), subḥānahū wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn(a).

Ketetapan Allah411) pasti datang. Maka, janganlah kamu meminta agar dipercepat (kedatangan)-nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

Makna Surat An-Nahl Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah menegaskan bahwa ketetapan Allah, yaitu hari kiamat dan masa ketika para pendurhaka akan menerima azab, pasti datang, maka janganlah kamu, wahai para pendurhaka, meminta agar dipercepat kedatangan-nya. Mahasuci Allah dari segala aib, kesyirikan, dan kekurangan, dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka sembah, berupa berhala atau apa pun juga yang mereka persekutukan dengan Dia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menegaskan bahwa ketetapan Allah pasti datang. Maksud ketetapan Allah dalam ayat ini ialah hari kiamat yang telah diancamkan kepada kaum musyrik dan orang-orang kafir. Mereka secara berolok-olok meminta kepada Nabi agar azab hari kiamat itu segera didatangkan. Itulah sebabnya, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan bahwa azab Allah yang akan dijatuhkan kepada mereka pasti terjadi. Allah swt melarang mereka agar tidak meminta azab itu disegerakan datangnya, karena azab hari kiamat itu akan datang pada waktu yang telah ditentukan dan diputuskan-Nya.

Dalam ayat ini, Allah swt memberitakan datangnya hari kiamat dengan menggunakan kata kerja bentuk lampau (fi‘il māḍī) padahal azab itu belum terjadi. Hal ini memberikan pengertian bahwa azab itu betul-betul akan terjadi. Ayat ini mengandung ancaman bagi orang-orang kafir dan sekaligus mengandung pemberitahuan kepada mereka bahwa azab yang akan ditimpakan kepada mereka dan kehancuran mereka telah dekat dan pasti datang.

Allah swt menyatakan bahwa Dia Mahasuci dari apa yang mereka persekutukan. Dia tidak memerlukan sekutu dan pembantu untuk menjatuh-kan azab kepada mereka. Bantahan ini sebagai jawaban terhadap pernyataan mereka bahwa mereka akan meminta bantuan (syafa‘at) kepada patung-patung yang mereka sembah.

Isi Kandungan Kosakata

Tasta‘jilūh تَسْتَعْجِلُوْ هُ (an-NaḤl/16: 1)

Berasal dari kata ‘ajala, ya‘jilu, ‘ijlah, artinya meminta datangnya sesuatu sebelum waktunya karena dorongan hawa nafsu atau ingin membuktikan kebenarannya. Semua kata ini, dalam bentuk akar kata dan semua derivasinya, dalam Al-Qur’an berkonotasi jelek atau tercela. Dalam hadis, dikatakan bahwa tergesa-gesa adalah dari setan. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa (al-Anbiyā’/21: 37)

Kata ini mengawali Surah an-NaḤl yang mayoritas isinya mengancam orang-orang musyrik Mekah bahwa apa yang Allah ancamkan berupa azab pasti akan datang, namun Allah menangguhkannya. Sebab kalau Allah mengabulkan permintaan mereka dan mempercepat datangnya azab pasti mereka semua akan binasa (Yūnus/10: 11)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto