Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 98 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 98 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 278 •  Quarter Hizb 28.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Fa iżā qara'tal-qur'āna fasta‘iż billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm(i).

Apabila engkau hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah pelindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Makna Surat An-Nahl Ayat 98
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan pahala yang disiapkan-Nya sebagai balasan amal saleh orang beriman, pada ayat ini Allah lalu menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah salah satu dari amal saleh itu. Allah menyatakan, “Apabila engkau hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan dengan tulus kepada Allah dengan mengucapkan kalimat a'uzu billahi minasy syaithanir rajim, baik secara keras maupun lirih, agar engkau dihindarkan oleh Allah dari bisikan, rayuan, dan godaan setan yang terkutuk karena dijauhkan dari rahmat Allah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengajarkan adab membaca Al-Qur’an agar dalam membaca dan memahaminya jauh dari gangguan setan. Al-Qur’an memberi petunjuk kepada manusia ke jalan kebahagiaan, dan menentukan mana amal perbuatan yang saleh yang berguna bagi kehidupan manusia dan mana pula perbuatan yang membawa ke jalan kesengsaraan. Akan tetapi, petunjuk Al-Qur’an itu akan dapat dimengerti dan dipahami dengan benar, apabila akal pikiran si pembaca bersih dari godaan setan.

Firman Allah swt:

اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ ٢٠١ (الاعراف)

Sesungguhn ya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya). (al-A‘rāf/7: 201)



Dan firman Allah:

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ ٦ (فاطر)

Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Fāṭir/35: 6)

Jika Rasulullah saja diperintahkan Allah untuk berlindung kepada-Nya ketika akan membaca Al-Qur’an, padahal sudah dinyatakan terpelihara, bagaimana halnya dengan manusia yang bukan rasul. Sungguh manusia itu lemah dan mudah terpengaruh oleh setan dalam memahami Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setan berusaha keras menjauhkan manusia dari petunjuk Allah dengan berbagai cara. Oleh karena itu, Allah memerintahkan untuk memohon pertolongan kepada-Nya dengan ucapan:

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Isi Kandungan Kosakata

Fasta‘iż فَاسْتَعِذْ (an-Naḥl/16: 98)

Kata fasta‘iż terambil dari kata al-‘auż yang berarti menuju ke sesuatu untuk menghindar dari ketakutan atau gangguan, baik yang dituju itu makhluk hidup, seperti manusia atau benda tak bernyawa, seperti benteng atau gunung, lebih-lebih kepada Allah. Maknanya kemudian berkembang sehingga kata tersebut dipahami dalam arti permohonan perlindungan. Kata ini dalam berbagai bentuknya terulang di dalam Al-Qur’an sebanyak tujuh belas kali. Enam belas di antaranya tertuju kepada Allah dan sekali, yang dikemukakan dalam konteks kecaman, merupakan permohonan sekelompok manusia kepada jin.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto