Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 99 - Surat An-Naḥl (Lebah)
النّحل
Ayat 99 / 128 •  Surat 16 / 114 •  Halaman 278 •  Quarter Hizb 28.5 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Innahū laisa lahū sulṭānun ‘alal-lażīna āmanū wa ‘alā rabbihim yatawakkalūn(a).

Sesungguhnya ia (setan) tidak memiliki pengaruh terhadap orang-orang yang beriman dan bertawakal hanya kepada Tuhan mereka.

Makna Surat An-Nahl Ayat 99
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dengan memohon perlindungan secara tulus, Allah pasti akan melindungimu. Sungguh, setan itu dengan segala bisikan, rayuan, dan godaannya tidak akan berpengaruh negatif terhadap orang yang beriman dengan mantap dan bertawakal kepada Tuhan, sebagai Pemelihara, Penjaga, dan Pelindung mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa setan tidak punya pengaruh terhadap orang-orang yang beriman, orang-orang yang berserah diri kepada Allah swt, serta sabar dan tawakal menahan derita dalam perjuangan menegakkan agama. Mereka mampu melawan godaan setan dan menolak untuk mengikuti langkah-langkahnya dan menjadi pengikutnya. Berkat cahaya iman dalam dada mereka, tipu daya setan itu dapat mereka ketahui dan atasi. Setan itu hanya berpengaruh atas orang-orang yang sudah patuh ke dalam wilayah kekuasaannya, orang-orang yang memandang setan itu sebagai pemimpin lalu mencintainya dan mengikutinya serta mematuhi segala perintahnya. Karena tipu daya dan godaan setan itu, mereka akhirnya mempersekutukan Tuhan atau menyembah setan di samping menyembah Allah swt.

Isi Kandungan Kosakata

Fasta‘iż فَاسْتَعِذْ (an-Naḥl/16: 98)

Kata fasta‘iż terambil dari kata al-‘auż yang berarti menuju ke sesuatu untuk menghindar dari ketakutan atau gangguan, baik yang dituju itu makhluk hidup, seperti manusia atau benda tak bernyawa, seperti benteng atau gunung, lebih-lebih kepada Allah. Maknanya kemudian berkembang sehingga kata tersebut dipahami dalam arti permohonan perlindungan. Kata ini dalam berbagai bentuknya terulang di dalam Al-Qur’an sebanyak tujuh belas kali. Enam belas di antaranya tertuju kepada Allah dan sekali, yang dikemukakan dalam konteks kecaman, merupakan permohonan sekelompok manusia kepada jin.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto