اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ
Am lil-insāni mā tamannā.
Apakah manusia akan mendapat segala yang diinginkannya?
Kaum musyrik mestinya menerima petunjuk Allah dan mendapatkan keselamatan atau apakah manusia yang musyrik itu akan mendapat segala yang dicita-citakannya,
Maka Allah swt menambahkan dalam ayat ini apakah mereka itu mengharapkan sesuatu yang mereka cita-citakan berupa syafaat dari tuhan-tuhan mereka di akhirat? Tidak, sama sekali berhala-berhala itu tidak ada gunanya, ia tidak akan membantu apa-apa karena berhala-berhala itu adalah benda mati yang keras bagai batu. Bahwasanya segala apa yang ada di dunia dan di akhirat adalah milik Allah, dan berhala-berhala itu tidak memiliki apa-apa.
Allah telah membuat mereka berputus asa untuk mendapat kebaikan dari ibadat kepada berhala. Berhala itu tidak dapat menjadi alat penghubung untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah.
1. Qismatun Ḍīzā قِسْمَةٌ ضِيْزَى (an-Najm/53: 22)
Qismatun artinya “pembagian”, kata itu adalah kata benda (ism) dari qasama ‘membagi’. Ḍīzā adalah bentuk kata sifat mu’annaṡ (feminin) dari kata kerja ḍāza artinya ‘mengurangi’. Asalnya ḍuiza, karena dammah berat bagi yā’, maka dammah ditukar kasrah. Maksudnya adalah pembagian yang tidak adil. Yaitu mengenai kepercayaan kaum musyrikin Mekah bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dengan demikian mereka hendak merendahkan Allah karena anak perempuan itu bagi mereka hina. Itu adalah pembagian yang tidak adil, karena bagi mereka anak laki-laki dan anak perempuan mereka peruntukkan bagi Allah.
2. Tamannā تَمَنَّى (an-Najm/53: 24)
Tamannā “mencita-citakan”, “mendambakan”. Terambil dari kata manā artinya “menentukan”. Tamannā berarti menentukan sendiri apa yang akan diperoleh pada masa yang akan datang yang tidak mungkin terjadi. Dari kata itu terbentuk kata umniyah artinya “angan-angan”, jamaknya amāniyya, yang banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Kata maniyya sperma juga ada kaitannya dengan kata itu, karena sperma itu diharapkan darinya membuahkan anak. Orang Arab punya berhala namanya manāt, yaitu yang mereka angan-angankan dapat memenuhi permintaan mereka.













































