Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 20 - Surat An-Najm (Bintang)
النّجم
Ayat 20 / 62 •  Surat 53 / 114 •  Halaman 526 •  Quarter Hizb 53.25 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى

Wa manātaṡ-ṡāliṡatal-ukhrā.

serta Manata (berhala) ketiga yang lain (sebagai anak-anak perempuan Allah yang kamu sembah)?

Makna Surat An-Najm Ayat 20
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan Manat, yang merupakan berhala ketiga yang kemudian kamu anggap sebagai anak perempuan Allah?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah swt melanjutkan ayat yang sebelumnya yaitu bahwa orang-orang musyrik juga menyembah Manah yang ketiga yakni yang terakhir sebagai anak perempuan Allah.

Manah itu sebuah batu besar terletak di Musyallal dengan Qudaid antara Mekah dan Medinah. Kabilah Khuza‘ah, Aus dan Khazraj mengagungkan Manah ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manah sampai ke Ka‘bah.

Selain benda-benda yang tiga itu, masih banyak lagi benda-benda yang sangat dimuliakan oleh orang-orang musyrik. Akan tetapi, yang paling termasyhur adalah tiga benda itu. Ibnu Ishak mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap benda-benda yang tiga itu selain Ka‘bah sebagai benda sembahan mereka, dibuat seperti bangunan Ka‘bah yang mempunyai tabir yang mereka bertawaf padanya seperti tawaf pada Ka‘bah dan memotong binatang kurban di sampingnya. Mereka juga mengetahui kemuliaan Ka‘bah yaitu bahwa Ka‘bah itu adalah rumah Ibrahim dan masjidnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qismatun Ḍīzā قِسْمَةٌ ضِيْزَى (an-Najm/53: 22)

Qismatun artinya “pembagian”, kata itu adalah kata benda (ism) dari qasama ‘membagi’. Ḍīzā adalah bentuk kata sifat mu’annaṡ (feminin) dari kata kerja ḍāza artinya ‘mengurangi’. Asalnya ḍuiza, karena dammah berat bagi yā’, maka dammah ditukar kasrah. Maksudnya adalah pembagian yang tidak adil. Yaitu mengenai kepercayaan kaum musyrikin Mekah bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dengan demikian mereka hendak merendahkan Allah karena anak perempuan itu bagi mereka hina. Itu adalah pembagian yang tidak adil, karena bagi mereka anak laki-laki dan anak perempuan mereka peruntukkan bagi Allah.

2. Tamannā تَمَنَّى (an-Najm/53: 24)

Tamannā “mencita-citakan”, “mendambakan”. Terambil dari kata manā artinya “menentukan”. Tamannā berarti menentukan sendiri apa yang akan diperoleh pada masa yang akan datang yang tidak mungkin terjadi. Dari kata itu terbentuk kata umniyah artinya “angan-angan”, jamaknya amāniyya, yang banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Kata maniyya sperma juga ada kaitannya dengan kata itu, karena sperma itu diharapkan darinya membuahkan anak. Orang Arab punya berhala namanya manāt, yaitu yang mereka angan-angankan dapat memenuhi permintaan mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto