Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 24 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 379 •  Quarter Hizb 38.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُوْنَۙ

Wajattuhā wa qaumahā yasjudūna lisy-syamsi min dūnillāhi wa zayyana lahumusy-syaiṭānu a‘mālahum fa ṣaddahum ‘anis-sabīli fahum lā yahtadūn(a).

Aku (burung Hudhud) mendapati dia dan kaumnya sedang menyembah matahari, bukan Allah. Setan telah menghiasi perbuatan-perbuatan (buruk itu agar terasa indah) bagi mereka sehingga menghalanginya dari jalan (Allah). Mereka tidak mendapat petunjuk.

Makna Surat An-Naml Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Burung Hudhud terus bercerita. “Aku dapati dia, ratu itu, dan kaumnya menyembah sesuatu yang mereka anggap luar biasa yaitu matahari, bukan menyembah kepada Allah Yang satu; dan setan yang telah bersumpah di hadapan Allah untuk terus mempedaya anak cucu Adam sampai hari Kiamat, telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka, seperti kemusyrikan, kekafiran dan kemaksiatan lainnya, sehingga setan mampu memperdayai dan menghalangi mereka dari jalan Allah, dengan tipu muslihatnya yang sangat halus. Maka, karena mereka memilih berpihak kepada setan, mereka tidak mendapat petunjuk.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Burung hud-hud menerangkan kepada Nabi Sulaiman tentang agama yang dianut oleh kaum Saba’. Dalam penyampaian berita itu, tampak burung hud-hud telah membandingkan agama dan perbuatan-perbuatan penduduk negeri Saba’ itu, dengan kepercayaan dan agama yang diyakininya sebagai agama yang benar.

Hud-hud mengatakan bahwa dia mendapati raja putri itu bersama kaumnya menyembah matahari sebagai tuhan, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan maksiat yang bertentangan dengan agama yang benar. Mereka melakukan yang demikian itu karena setan telah berhasil memperdaya mereka. Setan telah menjadikan pikiran dan pandangan mereka terhadap perbuatan buruk yang dilarang Allah sebagai hal yang baik dan indah. Mereka tidak lagi mengikuti ajaran-ajaran dan agama yang dibawa para rasul dahulu. Mereka tidak lagi sujud kepada Allah, tetapi kepada matahari. Oleh karena itu, mereka tidak mendapat petunjuk.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Arsyun ‘Aẓīm عَرْشٌ عَظِيْمٌ (an-Naml/27: 23)

‘Arsy pada dasarnya berarti sesuatu yang memiliki atap. Bentuk jamaknya adalah ‘urūsy. ‘Arsy juga diartikan dengan penutup pada kendaraan unta yang digunakan untuk menghalangi dari sinar matahari dan hujan. Tempat raja disebut juga dengan ‘arsy karena memiliki penutup dan berkedudukan lebih tinggi. Kata ‘arsy memiliki pengertian kekuatan, kekuasaan, dan kerajaan. Allah memiliki ‘arsy, tetapi hakikat ‘arsy tersebut hanya Allah yang tahu. Sebagian ulama mengartikan ‘arsy Allah dengan menunjukkan ketinggian dan kekuasaan Allah. Dalam ayat ini dijelaskan tentang keterangan burung hud-hud yang datang kepada Nabi Sulaiman dan mengabarkan bahwa ia melihat sebuah negeri yang diperintah oleh seorang ratu. Dia memiliki ‘singgasana’ (‘arsy) yang besar dan indah. Kebesaran singgasananya ini menunjukkan kerajaan yang dipimpinnya merupakan kerajaan yang besar dan makmur, yang ia senantiasa bersikap bijaksana terhadap rakyatnya.

2. Al-Khab’ الْخَبْء (an-Naml/27: 25)

Al-Khab’ merupakan bentuk ism al-maṣdar (kata benda) dari fi’il māḍī (kata kerja lampau) khaba’a yang berarti menyembunyikan. Dengan demikian, al-khab’ berarti ‘sesuatu yang tersembunyi’ atau ‘sesuatu yang terpendam.’ Dalam konteks ayat di atas, yang dimaksud al-khab’ adalah sesuatu yang tersembunyi atau terpendam, baik di langit maupun di bumi, yang berupa hujan di langit, tanaman-tanaman dan logam di bumi, dan sebagainya. Semua itu hanya Allah yang mampu menurunkan dan mengeluarkannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto