Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 28 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 379 •  Quarter Hizb 38.75 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

اِذْهَبْ بِّكِتٰبِيْ هٰذَا فَاَلْقِهْ اِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُوْنَ

Iżhab bikitābī hāżā fa alqih ilaihim ṡumma tawalla ‘anhum fanẓur māżā yarji‘ūn(a).

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka. Kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan!”

Makna Surat An-Naml Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk melacak kebenaran pengakuan burung Hudhud, Nabi Sulaiman memerintahkannya untuk pergi ke negeri Saba’ dan berkata, “Pergilah engkau ke negeri ratu itu, dengan membawa suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, Ratu Balqis dan pembesarnya, kemudian berpalinglah dan menghindarlah dari mereka, lalu perhatikanlah reaksi mereka terhadap isi surat itu dan perhatikan apa yang mereka bicarakan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Untuk menguji kebenaran burung hud-hud itu, Nabi Sulaiman memerintahkannya untuk menyampaikan surat kepada Ratu Balqis. Ia juga diperintahkan untuk memperhatikan bagaimana reaksi dan sikap Ratu Balqis membaca surat yang dibawanya.

Hud-hud pun membawa surat Nabi Sulaiman itu. Setelah ia melemparkan surat itu kepada Ratu Balqis, lalu ia bersembunyi dan memperhatikan sikap Ratu Balqis terhadap isi surat itu, sesuai dengan yang diperintahkan Sulaiman.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Arsyun ‘Aẓīm عَرْشٌ عَظِيْمٌ (an-Naml/27: 23)

‘Arsy pada dasarnya berarti sesuatu yang memiliki atap. Bentuk jamaknya adalah ‘urūsy. ‘Arsy juga diartikan dengan penutup pada kendaraan unta yang digunakan untuk menghalangi dari sinar matahari dan hujan. Tempat raja disebut juga dengan ‘arsy karena memiliki penutup dan berkedudukan lebih tinggi. Kata ‘arsy memiliki pengertian kekuatan, kekuasaan, dan kerajaan. Allah memiliki ‘arsy, tetapi hakikat ‘arsy tersebut hanya Allah yang tahu. Sebagian ulama mengartikan ‘arsy Allah dengan menunjukkan ketinggian dan kekuasaan Allah. Dalam ayat ini dijelaskan tentang keterangan burung hud-hud yang datang kepada Nabi Sulaiman dan mengabarkan bahwa ia melihat sebuah negeri yang diperintah oleh seorang ratu. Dia memiliki ‘singgasana’ (‘arsy) yang besar dan indah. Kebesaran singgasananya ini menunjukkan kerajaan yang dipimpinnya merupakan kerajaan yang besar dan makmur, yang ia senantiasa bersikap bijaksana terhadap rakyatnya.

2. Al-Khab’ الْخَبْء (an-Naml/27: 25)

Al-Khab’ merupakan bentuk ism al-maṣdar (kata benda) dari fi’il māḍī (kata kerja lampau) khaba’a yang berarti menyembunyikan. Dengan demikian, al-khab’ berarti ‘sesuatu yang tersembunyi’ atau ‘sesuatu yang terpendam.’ Dalam konteks ayat di atas, yang dimaksud al-khab’ adalah sesuatu yang tersembunyi atau terpendam, baik di langit maupun di bumi, yang berupa hujan di langit, tanaman-tanaman dan logam di bumi, dan sebagainya. Semua itu hanya Allah yang mampu menurunkan dan mengeluarkannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto