Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 27 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 379 •  Quarter Hizb 38.75 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

۞ قَالَ سَنَنْظُرُ اَصَدَقْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ

Qāla sananẓuru aṣadaqta am kunta minal-kāżibīn(a).

Dia (Sulaiman) berkata, “Kami akan memperhatikan apakah engkau benar atau termasuk orang-orang yang berdusta.

Makna Surat An-Naml Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mendengar laporan dari burung Hudhud, Nabi Sulaiman berkata dengan nada memperingatkan, “Akan kami lihat, apa kamu benar terhadap apa yang engkau katakan, atau termasuk yang berdusta.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Mendengar keterangan burung hud-hud yang jelas dan meyakinkan itu, maka Nabi Sulaiman menangguhkan hukuman yang telah diancamkan kepada burung itu. Nabi Sulaiman kemudian berkata, “Hai burung hud-hud, kami telah mendengar semua keteranganmu dan memperhatikannya. Namun demikian, kami tetap akan menguji kamu, apakah keterangan yang kamu berikan itu benar atau dusta?”

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Arsyun ‘Aẓīm عَرْشٌ عَظِيْمٌ (an-Naml/27: 23)

‘Arsy pada dasarnya berarti sesuatu yang memiliki atap. Bentuk jamaknya adalah ‘urūsy. ‘Arsy juga diartikan dengan penutup pada kendaraan unta yang digunakan untuk menghalangi dari sinar matahari dan hujan. Tempat raja disebut juga dengan ‘arsy karena memiliki penutup dan berkedudukan lebih tinggi. Kata ‘arsy memiliki pengertian kekuatan, kekuasaan, dan kerajaan. Allah memiliki ‘arsy, tetapi hakikat ‘arsy tersebut hanya Allah yang tahu. Sebagian ulama mengartikan ‘arsy Allah dengan menunjukkan ketinggian dan kekuasaan Allah. Dalam ayat ini dijelaskan tentang keterangan burung hud-hud yang datang kepada Nabi Sulaiman dan mengabarkan bahwa ia melihat sebuah negeri yang diperintah oleh seorang ratu. Dia memiliki ‘singgasana’ (‘arsy) yang besar dan indah. Kebesaran singgasananya ini menunjukkan kerajaan yang dipimpinnya merupakan kerajaan yang besar dan makmur, yang ia senantiasa bersikap bijaksana terhadap rakyatnya.

2. Al-Khab’ الْخَبْء (an-Naml/27: 25)

Al-Khab’ merupakan bentuk ism al-maṣdar (kata benda) dari fi’il māḍī (kata kerja lampau) khaba’a yang berarti menyembunyikan. Dengan demikian, al-khab’ berarti ‘sesuatu yang tersembunyi’ atau ‘sesuatu yang terpendam.’ Dalam konteks ayat di atas, yang dimaksud al-khab’ adalah sesuatu yang tersembunyi atau terpendam, baik di langit maupun di bumi, yang berupa hujan di langit, tanaman-tanaman dan logam di bumi, dan sebagainya. Semua itu hanya Allah yang mampu menurunkan dan mengeluarkannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto