Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat An-Naml (Semut)
النّمل
Ayat 4 / 93 •  Surat 27 / 114 •  Halaman 377 •  Quarter Hizb 38.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ اَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُوْنَ ۗ

Innal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati zayyannā lahum a‘mālahum fahum ya‘mahūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatannya (yang buruk). Maka, mereka terombang-ambing (dalam kesesatan).

Makna Surat An-Naml Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan menganggapnya sebagai satu kemustahilan belaka, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, seperti kemusyrikan, dan segala bentuk kemaksiatan, sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat-ayat yang lalu, Allah menerangkan beberapa sikap orang-orang mukmin yang memperoleh petunjuk dan hidayah dari Allah. Ayat ini menerangkan tingkah laku dan perbuatan orang-orang kafir, yang tidak mau beriman kepada adanya hari akhirat, dan akibat yang akan mereka rasakan.

Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat adalah mereka yang tidak yakin akan adanya hari Kiamat, tidak yakin bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah melalui kematian, tidak yakin akan dibangkitkan kembali pada hari penghisaban, serta tidak percaya akan adanya pahala sebagai balasan amal baik dan siksa sebagai balasan amal buruk.

Mereka hidup di dunia tanpa mengekang hawa nafsu, dan amat cinta kepada kenikmatan duniawi, seakan-akan hidup di dunia ini satu-satunya kehidupan bagi mereka. Mereka tidak mengenal halal dan haram, serta tidak memikirkan tanggung jawab di akhirat. Segala tingkah laku tersebut mereka anggap baik. Padahal mengikuti hawa nafsu berarti mengikuti ajaran setan yang sesat lagi menyesatkan. Dengan demikian, mereka pun hidup dan bergelimang dalam kesesatan. Hal ini adalah balasan bagi mereka karena keingkarannya itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kitāb Mubīn كِتَابٍ مُبِيْنٍ (an-Naml/27: 1)

Kata kitāb terbentuk dari kata kataba-yaktubu-kitāban yang berarti menulis. Jadi, kata kitāb berarti tulisan atau kitab. Kata al-Kitāb merupakan salah satu nama populer Al-Qur’an, di samping nama Al-Qur’an itu sendiri. Kita tahu bahwa Allah memelihara Al-Qur’an melalui tulisan yang tercermin dalam nama Al-Kitab (Tulisan), dan melalui bacaan yang tercermin dalam nama Al-Qur’an (Bacaan). Kata al-mubīn adalah kata sifat dari kata abana-yubinu-ibānatan yang berarti menjelaskan. Ia terambil dari kata bana-yabinu-bainan yang berarti jelas dan berbeda dari yang lain. Maksud dari Kitab yang Menjelaskan di sini adalah Al-Qur’an yang menjelaskan perintah dan larangan Allah, dan lain-lain.

2. Busyrā بُشْرَى (an-Naml/27: 2)

Kata busyrā memiliki akar kata basyar yang berarti kulit. Manusia disebut dengan kata basyar karena yang tampak dari manusia adalah kulitnya. Kalimat bāsyara ar-rajulu imra’atahu berarti laki-laki itu mencari kesenangan dari kulit istrinya (menggaulinya). Kata busyrā atau bisyārah berarti setiap berita yang benar dan mengakibatkan kulit di wajah menjadi berubah. Kabar gembira disebut dengan kata busyrā karena bila jiwa gembira maka darah mengalir lancar hingga ke kulit seperti air yang mengalir di dalam pohon. Kata ini lebih banyak digunakan untuk berita yang baik, namun terkadang digunakan pula untuk berita yang buruk, sebagaimana firman Allah, “Sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih.” (Āli ‘Imrān/3: 21). Adapun maksud kata busyrā di sini adalah kabar gembira.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto