Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat An-Nāzi‘āt (Yang Mencabut Dengan Keras)
النّٰزعٰت
Ayat 29 / 46 •  Surat 79 / 114 •  Halaman 584 •  Quarter Hizb 59 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ

Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.

Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang).

Makna Surat An-Nazi‘at Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini dijelaskan bahwa Allah telah menjadikan malam gelap gulita dan siang terang benderang, dan pergantian siang dan malam, serta perbedaan musim-musim sebagai akibat dari peredaran planet-planet di sekitar orbitnya. Mengatur dan memelihara peredaran planet-planet ini sungguh pekerjaan yang luar biasa hebatnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Agṭasya اَغْطَشَ (an-Nāzi‘āt/79: 29)

Agṭasya artinya membuat menjadi gelap. Allah berfirman dalam Surah an-Nāzi‘āt/79: 29: Agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā (dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang). Dalam bahasa Arab terdapat kata al-agṭasy yaitu orang yang lemah penglihatannya sehingga segalanya terlihat gelap.

2. Daḥāhā دَحٰهَا (an-Nāzi‘āt/79: 30)

Daḥāhā artinya menghamparkan. Dalam Surah an-Nāzi‘āt/29: 30 dinyatakan bahwa bumi ini dihamparkan oleh Allah, artinya didatarkan-Nya dan diberi-Nya kelengkapan-kelengkapan kehidupan sehingga siap huni. Itu setelah sebelumnya bumi ini diciptakan-Nya secara “kasar” sehingga belum layak huni. Setelah itu, Allah naik untuk menciptakan langit, dan kemudian turun lagi untuk “menghaluskan” bumi itu untuk layak huni.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto