Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat An-Nāzi‘āt (Yang Mencabut Dengan Keras)
النّٰزعٰت
Ayat 30 / 46 •  Surat 79 / 114 •  Halaman 584 •  Quarter Hizb 59 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ

Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.

Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).

Makna Surat An-Nazi‘at Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Juga diterangkan bahwa Allah menjadikan bumi terhampar, sehingga makhluk Allah mudah melaksanakan kehidupan di sana. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan bumi lebih dahulu, kemudian menciptakan langit, kemudian kembali lagi ke bumi dan menghamparkannya untuk kediaman manusia. Setelah menyiapkan tempat-tempat tinggal, maka Allah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan manusia yaitu tentang makanan dan minuman, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Agṭasya اَغْطَشَ (an-Nāzi‘āt/79: 29)

Agṭasya artinya membuat menjadi gelap. Allah berfirman dalam Surah an-Nāzi‘āt/79: 29: Agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā (dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita), dan menjadikan siangnya (terang benderang). Dalam bahasa Arab terdapat kata al-agṭasy yaitu orang yang lemah penglihatannya sehingga segalanya terlihat gelap.

2. Daḥāhā دَحٰهَا (an-Nāzi‘āt/79: 30)

Daḥāhā artinya menghamparkan. Dalam Surah an-Nāzi‘āt/29: 30 dinyatakan bahwa bumi ini dihamparkan oleh Allah, artinya didatarkan-Nya dan diberi-Nya kelengkapan-kelengkapan kehidupan sehingga siap huni. Itu setelah sebelumnya bumi ini diciptakan-Nya secara “kasar” sehingga belum layak huni. Setelah itu, Allah naik untuk menciptakan langit, dan kemudian turun lagi untuk “menghaluskan” bumi itu untuk layak huni.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto