يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ
Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-ḥāfirah(ti).
Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?745)
Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”
Pada ayat ini kemudian dijelaskan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan bertanya dengan nada penyesalan, “Apakah kami betul-betul dikembalikan seperti kehidupan semula?” Hal ini juga pernah mereka tanyakan, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:
قَالُوْٓا ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْ نَ ٨٢
Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Mu’minūn/23: 82).
Pada hari Kiamat pun mereka masih bertanya, “Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur dan bersatu dengan tanah?” padahal ketika di dunia sudah dijelaskan dalam firman Allah:
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ٧٨ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ ٧٩
Dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yāsīn/36: 78-79).
1. Ar-Rājifah الرَّاجِفَةُ (an-Nāzi‘āt/79: 6)
Ar-Rājifah artinya yang berguncang hebat. Kata kerjanya rajafa (berguncang hebat). Pada hari Kiamat, bumi dan gunung berguncang dengan hebat sekali sebagaimana dinyatakan dalam Surah al-Muzzammil/73: 14, yauma tarjuful-arḍu wal-jibāl (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras). Maṣdar atau kata bendanya adalah rajfah (guncangan), seperti dalam Surah al-A‘rāf/7: 78: Fa akhażathumur-rajfatu fa aṣbaḥū fī dārihim jāṡimīn (Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka). Al-Murjifūn adalah orang-orang yang membuat guncangan, yaitu orang yang membuat-buat dan menyebarkan isu-isu yang sangat berbahaya sehingga membuat masyarakat tidak tenang (lihat Surah al-Aḥzāb/33: 60).
2. Wājifah وَاجِفَةٌ (an-Nāzi‘āt/79: 8)
Wājifah artinya yang berlari kencang. Kata kerjanya wajafa (berlari kencang). Dalam Al-Qur’an terdapat kata aujafa (membuat berlari kencang (kuda atau unta, atau kendaraan), seperti dalam ayat (Surah al-Ḥasyr/59: 6). Wājifah (yang berlari kencang) dalam Al-Qur’an digunakan untuk hati (Surah al-Nāzi‘āt/79: 8). Hal itu untuk melukiskan hari Kiamat, bagaimana hebatnya hati berguncang pada hari itu.














































