Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat An-Nāzi‘āt (Yang Mencabut Dengan Keras)
النّٰزعٰت
Ayat 11 / 46 •  Surat 79 / 114 •  Halaman 583 •  Quarter Hizb 59 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ

A'iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah(tan).

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?”

Makna Surat An-Nazi‘at Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini kemudian dijelaskan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan bertanya dengan nada penyesalan, “Apakah kami betul-betul dikembalikan seperti kehidupan semula?” Hal ini juga pernah mereka tanyakan, sebagaimana terdapat dalam firman Allah:

قَالُوْٓا ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْ نَ ٨٢

Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Mu’minūn/23: 82).

Pada hari Kiamat pun mereka masih bertanya, “Apakah kami akan dibangkitkan juga apabila telah menjadi tulang-belulang yang hancur dan bersatu dengan tanah?” padahal ketika di dunia sudah dijelaskan dalam firman Allah:

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ ٧٨ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ ٧٩

Dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yāsīn/36: 78-79).

Isi Kandungan Kosakata

1. Ar-Rājifah الرَّاجِفَةُ (an-Nāzi‘āt/79: 6)

Ar-Rājifah artinya yang berguncang hebat. Kata kerjanya rajafa (berguncang hebat). Pada hari Kiamat, bumi dan gunung berguncang dengan hebat sekali sebagaimana dinyatakan dalam Surah al-Muzzammil/73: 14, yauma tarjuful-arḍu wal-jibāl (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras). Maṣdar atau kata bendanya adalah rajfah (guncangan), seperti dalam Surah al-A‘rāf/7: 78: Fa akhażathumur-rajfatu fa aṣbaḥū fī dārihim jāṡimīn (Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka). Al-Murjifūn adalah orang-orang yang membuat guncangan, yaitu orang yang membuat-buat dan menyebarkan isu-isu yang sangat berbahaya sehingga membuat masyarakat tidak tenang (lihat Surah al-Aḥzāb/33: 60).

2. Wājifah وَاجِفَةٌ (an-Nāzi‘āt/79: 8)

Wājifah artinya yang berlari kencang. Kata kerjanya wajafa (berlari kencang). Dalam Al-Qur’an terdapat kata aujafa (membuat berlari kencang (kuda atau unta, atau kendaraan), seperti dalam ayat (Surah al-Ḥasyr/59: 6). Wājifah (yang berlari kencang) dalam Al-Qur’an digunakan untuk hati (Surah al-Nāzi‘āt/79: 8). Hal itu untuk melukiskan hari Kiamat, bagaimana hebatnya hati berguncang pada hari itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto