قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ
Qālū tilka iżan karratun khāsirah(tun).
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”
Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.
Dalam ayat ini akhirnya mereka berkata juga, “Kalau demikian, sungguh kami akan mengalami pengembalian yang sangat merugikan.” Allah menjawab ejekan dan penyesalan mereka itu dengan menjelaskan bahwa pengembalian itu cukup sederhana saja, yaitu dapat terjadi hanya dengan satu kali tiupan saja oleh Malaikat Israfil.
Akhirnya mereka menyadari bahwa manusia tidak dapat memandang peristiwa hari kebangkitan itu sebagai mustahil. Sebab, dengan itu mereka dapat serta merta akan hidup kembali di permukaan bumi sebagai permulaan hari akhirat.
1. Ar-Rājifah الرَّاجِفَةُ (an-Nāzi‘āt/79: 6)
Ar-Rājifah artinya yang berguncang hebat. Kata kerjanya rajafa (berguncang hebat). Pada hari Kiamat, bumi dan gunung berguncang dengan hebat sekali sebagaimana dinyatakan dalam Surah al-Muzzammil/73: 14, yauma tarjuful-arḍu wal-jibāl (Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras). Maṣdar atau kata bendanya adalah rajfah (guncangan), seperti dalam Surah al-A‘rāf/7: 78: Fa akhażathumur-rajfatu fa aṣbaḥū fī dārihim jāṡimīn (Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka). Al-Murjifūn adalah orang-orang yang membuat guncangan, yaitu orang yang membuat-buat dan menyebarkan isu-isu yang sangat berbahaya sehingga membuat masyarakat tidak tenang (lihat Surah al-Aḥzāb/33: 60).
2. Wājifah وَاجِفَةٌ (an-Nāzi‘āt/79: 8)
Wājifah artinya yang berlari kencang. Kata kerjanya wajafa (berlari kencang). Dalam Al-Qur’an terdapat kata aujafa (membuat berlari kencang (kuda atau unta, atau kendaraan), seperti dalam ayat (Surah al-Ḥasyr/59: 6). Wājifah (yang berlari kencang) dalam Al-Qur’an digunakan untuk hati (Surah al-Nāzi‘āt/79: 8). Hal itu untuk melukiskan hari Kiamat, bagaimana hebatnya hati berguncang pada hari itu.














































