Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat An-Nāzi‘āt (Yang Mencabut Dengan Keras)
النّٰزعٰت
Ayat 43 / 46 •  Surat 79 / 114 •  Halaman 584 •  Quarter Hizb 59 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ

Fīma anta min żikrāhā.

Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?

Makna Surat An-Nazi‘at Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menanyakan apakah Nabi Muhammad akan menyebutkan waktu Kiamat itu? Padahal tugasnya hanya sekadar memberi peringatan sehingga tidak ada kewenangan untuk menyebutkan tentang kedatangan hari kebangkitan. Waktu datangnya hari Kiamat tetap merupakan rahasia Allah. Nabi sendiri tidak mengetahui tentang waktu kedatangannya, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an:

اِنْ عَلَيْكَ اِلَّا الْبَلٰغُ ٤٨

Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). (asy-Syūrā/42: 48)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Khaṭṭāb, ketika Nabi ditanya tentang kapan datangnya hari Kiamat, beliau menjawab:

مَا الْمَسْئُوْلُ بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ (رواه مسلم عن عمر بن الخطاب)

Orang yang ditanya tidaklah lebih mengetahui daripada orang yang bertanya. (Riwayat Muslim dari ‘Umar bin al-Khaṭṭāb)

Allah tetap merahasiakan waktu datangnya hari Kiamat mempunyai hikmah yang besar, yaitu supaya manusia selalu mempersiapkan diri setiap saat dengan banyak-banyak berbuat kebaikan dan selalu menghindari perbuatan jahat.

Isi Kandungan Kosakata

Mursāhā مُرْسٰها (an-Nāzi‘āt/79: 42)

Mursāhā berasal dari fi‘il rasā-yarsū-raswan wa rusuwwan yang artinya tetap, berlabuh, atau mendarat. Al-Mursā adalah isim maf‘ūl yang artinya dijadikan atau terjadi. Dapat pula merupakan isim makān (tempat berlabuh atau pelabuhan). Ayyāna mursāhā artinya kapan terjadinya. Ayat 42 menerangkan tentang orang-orang kafir yang bertanya kepada Nabi Muhammad perihal hari Kiamat, kapan terjadinya? Kalimat tanya disini dalam ‘ilmu balāgah tidak berarti yang sebenarnya yaitu ingin tahu kapan terjadinya hari kiamat, melainkan berarti taubīkh yaitu mengejek. Orang-orang kafir memang tidak percaya pada adanya hari kebangkitan. Oleh karena itu, mereka selalu bertanya dengan nada mengejek, yaitu tidak mungkin ada hari kebangkitan, kapan terjadi hari kebangkitan atau hari Kiamat itu kapan? Padahal hari Kiamat dan hari kebangkitan itu pasti terjadi, dan waktunya adalah rahasia Allah sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto