Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat An-Nāzi‘āt (Yang Mencabut Dengan Keras)
النّٰزعٰت
Ayat 25 / 46 •  Surat 79 / 114 •  Halaman 584 •  Quarter Hizb 59 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ

Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.

Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia.

Makna Surat An-Nazi‘at Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Firaun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Maka Allah menurunkan siksa kepadanya, bukan di dunia saja bahkan juga di akhirat. Siksaan di dunia ialah dengan ditenggelamkan bersama kaumnya di Laut Merah, dan siksaan di akhirat dengan dijerumuskan ke dalam neraka Jahanam, yang merupakan tempat kembali yang sangat buruk.

Isi Kandungan Kosakata

Nakāl نَكَالَ (an-Nāzi‘āt/79: 25)

Nakāl artinya siksaan. Terambil dari kata kerja nakala yang artinya ‘lemah’. Nakāl berarti “siksaan” karena siksaan itu membuat orang lemah tak berdaya. Dalam Al-Qur’an juga terdapat kata ankāl, bentuk jamak dari nakl, yang secara harfiah berarti “kekang” atau “tambatan” hewan, karena keduanya membuat hewan itu harus patuh dan tentu saja tersiksa. Dalam Surah al-Muzzammil/73: 12 disebutkan bahwa Allah memiliki alat-alat untuk menyiksa dan neraka bagi orang kafir: inna ladainā ankālan wa jaḥīman (sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala). Juga terdapat kata tankīl yang merupakan maṣdar dari nakkala (menyiksa).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto