Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 78 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 78 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 90 •  Quarter Hizb 9.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

Aina mā takūnū yudrikkumul-mautu wa lau kuntum fī burūjim musyayyadah(tin), wa in tuṣibhum ḥasanatuy yaqūlū hāżihī min ‘indillāh(i), wa in tuṣibhum sayyi'atuy yaqūlū hāżihī min ‘indik(a), qul kullum min ‘indillāh(i), famā lihā'ulā'il-qaumi lā yakādūna yafqahūna ḥadīṡā(n).

Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, “Ini dari engkau (Nabi Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?

Makna Surat An-Nisa' Ayat 78
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di mana pun kamu berada, wahai orang-orang yang enggan berperang di jalan Allah, kematian itu pasti akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada pada persembunyian di dalam benteng yang tinggi dan kukuh yang tidak terdapat celah sedikit pun untuk menembusnya. Jika mereka, orang-orang yang enggan itu, memperoleh kebaikan, yakni sesuatu yang menyenangkan dan menggembirakan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan atau kondisi yang tidak menyenangkan, mereka akan mengatakan, “Ini dari engkau, yakni disebabkan olehmu, wahai Muhammad.” Katakanlah, “Semuanya datang dari sisi Allah dan karena izin-Nya.” Maka mengapa orang-orang yang mengucapkan kata-kata seperti itu, yakni orang-orang munafik, hampir-hampir tidak memahami pembicaraan dan penjelasan seperti itu sedikit pun?.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Maut (mati) adalah suatu hal yang pasti datangnya. Tidak seorang pun yang dapat lepas dari padanya di manapun dia berada meskipun berlindung di dalam benteng yang kokoh kuat. Karena itu tidaklah wajar manusia takut mati meskipun ia berada di dalam kancah peperangan. Jika sampai ajalnya, tentulah ia mati, meskipun ia hidup mewah di dalam istana atau bertahan di dalam benteng yang kokoh.

Ayat ini merupakan kecaman Allah terhadap segolongan kaum Muslimin yang tidak mempunyai semangat juang untuk membela kebenaran, mereka tak mau berperang karena takut mati. Sikap pengecut dan kemunafikan mereka itu tidak lain disebabkan kelemahan iman dan piciknya pikiran mereka.

Selanjutnya digambarkan kepicikan akal mereka yang tidak mau berperang karena takut mati. Sikap pengecut mereka anggap sebagai karunia dari Allah sedang malapetaka yang menimpa mereka adalah karena datangnya Muhammad ke Medinah, sehingga musim kemarau yang menimpa kota Medinah mereka anggap sebagai musibah yang ditimbulkan oleh kedatangan Nabi Muhammad dan kesialannya. Adapun orang yang beriman ia tetap berpendirian bahwa baik dan buruk adalah datangnya dari Allah. Pendirian seperti inilah yang Allah perintahkan kepada Muhammad agar disampaikan kepada mereka. Sekiranya mereka tidak dapat memahaminya, mereka akan tetap sepanjang masa di dalam kegelapan. Jika mereka dapat memahaminya tentulah mereka tidak akan mengatakan bahwa hal yang buruk itu dikarenakan celanya seseorang, tetapi baik dan buruk itu akan mereka ketahui erat hubungannya dengan sebab musabab yang telah menjadi sunah Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Sayyi’ah سَيِّئَةْ (an-Nisā’/4: 78)

Kata sayyi’ah berasal dari sā’a yang berarti berlaku buruk dan jahat. Kalimat sā’anī rajulun berarti "seorang laki-laki berbuat buruk kepadaku". Kata sayyi’ah adalah lawan dari kata ḥasanah (baik), dan berarti sesuatu yang buruk dan dihindari oleh tabiat dan akal. Di dalam Al-Qur’an, kata sayyi’ah mengandung banyak makna. Pertama, syirik sebagaimana di dalam firman Allah dalam Surah al-Baqarah/2:81. Kedua, bencana dan kekeringan. Ketiga, Syafā’at sayyi’ah adalah syafa’at yang bertujuan merampas hak seorang Muslim dan menjerumuskannya kepada mudarat, sebagaimana di dalam Surah an-Nisā’/4:85. Sedangkan syafā’at ḥasanah berarti kebalikannya. Keempat, perbuatan jahat dan dosa sebagaimana di dalam Surah al-An‘ām/6: 160. Kelima, kesusahan sedangkan ḥasanah sebagai lawan katanya berarti kesenangan atau kemakmuran, sebagaimana di dalam Surah al-A‘rāf/7:95. Keenam, siksaan sebagaimana di dalam Surah ar-Ra’d/13:6.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto