مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Mā aṣābaka min ḥasanatin fa minallāh(i), wa mā aṣābaka min sayyi'atin fa min nafsik(a), wa arsalnāka lin-nāsi rasūlā(n), wa kafā billāhi syahīdā(n).
Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.
Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, wahai Nabi Muhammad dan semua umat manusia, adalah dari sisi Allah Yang Maha Pemurah, Maha bijaksana, dan keburukan apa pun yang menimpamu, wahai Muhammad dan siapa pun selainmu, itu semua akibat dari kesalahan dirimu sendiri, karena Kami mengutusmu tidak lain hanya menjadi rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah saja yang menjadi saksi atas kebenaranmu.
Dari segi kesopanan bahwa sesuatu yang baik yang diperoleh seseorang hendaklah dikatakan datangnya dari Allah. Malapetaka yang menimpa seseorang itu hendaklah dikatakan datangnya dari dirinya sendiri, mungkin pula karena disebabkan kelalaiannya atau kelalaian orang lain apakah dia saudara, sahabat atau tetangga.
Sayyi’ah سَيِّئَةْ (an-Nisā’/4: 78)
Kata sayyi’ah berasal dari sā’a yang berarti berlaku buruk dan jahat. Kalimat sā’anī rajulun berarti "seorang laki-laki berbuat buruk kepadaku". Kata sayyi’ah adalah lawan dari kata ḥasanah (baik), dan berarti sesuatu yang buruk dan dihindari oleh tabiat dan akal. Di dalam Al-Qur’an, kata sayyi’ah mengandung banyak makna. Pertama, syirik sebagaimana di dalam firman Allah dalam Surah al-Baqarah/2:81. Kedua, bencana dan kekeringan. Ketiga, Syafā’at sayyi’ah adalah syafa’at yang bertujuan merampas hak seorang Muslim dan menjerumuskannya kepada mudarat, sebagaimana di dalam Surah an-Nisā’/4:85. Sedangkan syafā’at ḥasanah berarti kebalikannya. Keempat, perbuatan jahat dan dosa sebagaimana di dalam Surah al-An‘ām/6: 160. Kelima, kesusahan sedangkan ḥasanah sebagai lawan katanya berarti kesenangan atau kemakmuran, sebagaimana di dalam Surah al-A‘rāf/7:95. Keenam, siksaan sebagaimana di dalam Surah ar-Ra’d/13:6.































