وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ عُدْوَانًا وَّظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيْهِ نَارًا ۗوَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا
Wa may yaf‘al żālika ‘udwānaw wa ẓulman fa saufa nuṣlīhi nārā(n), wa kāna żālika ‘alallāhi yasīrā(n).
Siapa yang berbuat demikian dengan cara melanggar aturan dan berbuat zalim kelak Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Dan barang siapa berbuat demikian, dalam memperoleh harta, dengan cara melanggar hukum dan dengan berbuat zalim, maka akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu, yakni menjatuhkan hukuman dengan siksaan neraka, adalah sesuatu hal yang sangat mudah bagi Allah.
Ayat ini memberikan peringatan kepada orang yang melanggar hak orang lain dan menganiayanya, dengan memasukkannya ke dalam api neraka, yang demikian itu sangat mudah bagi Allah, karena tidak ada sesuatu yang dapat membantah, merintangi atau menghalang-halangi-Nya.
al-Bāṭil اَلْبَاطِلُ (an-Nisā’/4: 29)
Al-Bāṭil artinya segala sesuatu yang tidak punya landasannya ketika diuji sehingga ambruk. Dalam Al-Qur’an kata itu berarti sesuatu yang tidak mengandung kebenaran sedikit pun. Lawannya adalah al-ḥaqq. Allah berfirman, “Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia, itulah yang batil…” (al-Ḥajj/22:62). Juga firman-Nya, “Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan.” (al-Baqarah/2:42). Dalam ayat ini Allah melarang orang-orang yang beriman menguasai harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.







































