Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 41 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 41 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 85 •  Quarter Hizb 9.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ

Fa kaifa iżā ji'nā min kulli ummatim bisyahīdiw wa ji'nā bika ‘alā hā'ulā'i syahīdā(n).

Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?

Makna Surat An-Nisa' Ayat 41
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah menggambarkan perilaku orang-orang yang sombong dan membanggakan diri yang dikategorikan sebagai orang-orang kafir itu, ayat berikut menghadapkan kenyataan itu terhadap orang beriman untuk ditarik pelajaran. Maka jadikanlah bahan renungan tentang bagaimanakah kelak keadaan orang kafir itu, jika Kami pada hari itu mendatangkan seorang saksi, yakni rasul, dari setiap umat, dan Kami mendatangkan engkau, wahai Muhammad, sebagai saksi atas mereka, orang-orang sombong dan membanggakan diri itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Digambarkan pula bagaimana keadaan manusia di akhirat nanti. Allah Maha Pengasih tidak akan merugikan hamba-Nya yang mengerjakan kebaikan walaupun sedikit, tapi akan diberi pahala yang berlipat ganda atas kebaikannya itu.

Digambarkan pula, bagaimana keadaan manusia nanti kalau mereka berhadapan dengan saksi-saksi mereka, dengan nabi-nabi mereka. Tiap-tiap umat akan berhadapan dengan saksi mereka, seperti umat Yahudi, umat Nasrani dan umat Islam, masing-masing umat itu akan dihadapkan ke hadapan saksinya, yaitu nabi mereka masing-masing. Pada waktu itulah dapat diketahui, siapa yang sebenarnya pengikut nabi dan siapa yang hanya pengakuannya saja mengikuti nabi, tapi amal perbuatannya mendurhakai nabi. Maka siapa yang telah disaksikan oleh nabinya bahwa dia betul-betul telah mengikuti ajaran rasul, maka orang itu termasuk orang yang beruntung. Bila nabinya berlepas diri dari mereka, karena amal perbuatannya dan kepercayaannya tidak sesuai dengan yang diajarkan rasul, maka mereka termasuk orang yang rugi. Nabi Muhammad saw akan menjadi saksi bagi umat Islam nanti dan bagi semua manusia. Allah berfirman:

وَكَذٰلِ كَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (al-Baqarah/2:143).

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad sampai mengucurkan air mata, ketika mendengarkan ayat ini dibacakan seorang sahabat kepadanya, memikirkan bagaimana hebatnya suasana pada hari akhirat, beliau akan melihat dengan jelas pengikut-pengikutnya yang setia dan benar dan yang pura-pura dan palsu, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi saw:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِقْرَأْ عَلَيَّ! قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَقْرَأُ عَلَيْكَ؟ وَعَلَيْكَ اُنْزِلَ؟ قَالَ: نَعَمْ، اِنِّي اُحِبُّ اَنْ اَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِيْ. فَقَرَأْتُ سُوْرَةَ النِّسَاءِ حَتَّى اَتَيْتُ اِلَى هٰذِهِ اْلاٰيَةِ "فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ بِشَهِيْدٍ" الخ. فَقَالَ: حَسْبُكَ اْلاٰيَةُ فَـاِذًا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ (رواه البخاري ومسلم عن ابن مسعود)

Dari Ibnu Mas’ud dia berkata, Rasulullah saw telah berkata kepada saya, “Tolong, bacakan kepada saya Al-Qur’an itu.” Lalu saya menjawab, ”Ya Rasulullah, akukah yang akan membacakan kepada engkau, padahal dia diturunkan kepada engkau?” Rasulullah berkata, “Betul, tapi saya ingin mendengarkannya dibaca oleh orang lain.” Maka aku membaca surah An-Nisa’. Ketika aku sampai membaca ayat ini (ayat 41), maka beliau bersabda, “Sekarang cukuplah sebegitu saja,” dan tiba-tiba air matanya bercucuran.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Ibnu Mas’ūd).

Isi Kandungan Kosakata

Aż-żarrah اَلذَّرَّةْ (an-Nisā’/4: 40)

Aż-żarrah artinya biji yang kecil, atau semut hitam yang kecil. Intinya Aż-żarrah adalah bagian yang terkecil, termasuk di dalamnya debu-debu yang berterbangan yang bisa dilihat di jendela jika ada sorot matahari. Termasuk juga molekul atau atom. Pada dua ayat terakhir Surah az-Zalzalah yang kemudian menjadi ungkapan yang sangat terkenal yaitu: Fa man ya’mal miṡqāla żarratin khairan yarah, wa man ya’mal miṡqāla żarratin syarran yarāh, artinya “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Ayat 40 ini menegaskan bahwa Allah tidak mungkin melakukan kezaliman sekecil apa pun, meskipun seberat atom, karena Allah adalah Maha Adil, Maha Pengasih, serta Maha Penyayang. Hal ini ditegaskan pada firman-Nya dalam Surah al-An‘ām/6:160 yaitu siapa pun dari hamba-Nya yang berbuat kebaikan, akan diberi pahala sepuluh kali lipat dari amalnya, tetapi barang siapa berbuat kejahatan, hanya diberi balasan sama dengan perbuatannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto