اُولٰۤىِٕكَ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۖ وَلَا يَجِدُوْنَ عَنْهَا مَحِيْصًا
Ulā'ika ma'wāhum jahannam(u), wa lā yajidūna ‘anhā maḥīṣā(n).
Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di (neraka) Jahanam dan tidak akan menemukan tempat (lain untuk) lari darinya.
Mereka yang tertipu dengan janji-janji bohong dan omong kosong yang dijanjikan setan itu tempatnya di neraka Jahanam yang sangat menyeramkan dengan siksaan yang amat pedih, dan mereka kekal di dalamnya dan tidak akan mendapat tempat lain untuk lari dan menghindar darinya.
Karena orang-orang yang mengikuti dan memenuhi keinginan setan telah sesat, maka buku amalannya telah dipenuhi oleh perbuatan dosa dan maksiat. Oleh karena itu, tempat mereka adalah neraka Jahanam, mereka tidak dapat keluar dari padanya, karena tidak mempunyai suatu kebaikan yang dapat membebaskan dan menyelamatkan mereka dari azab neraka itu.
1. Yubattikunn يُبَتِّكُنَّ (an-Nisā’/4: 119)
Yubattikunn bentuk muḍāri’ dari battaka. Akar katanya adalah al-batku (البتك) yang berarti memotong, membelah. Imbuhan tasydid pada kata tersebut untuk memberikan arti mubalagah (melebih-lebihkan suatu pekerjaan) atau takṡīr (memperbanyak). Kata al-batk biasanya digunakan untuk memotong anggota badan atau rambut. Dalam ayat ini disebutkan bahwa orang-orang musyrikin mematuhi perintah setan untuk memotong telinga binatang yang akan dikurbankan kepada sesembahan mereka. Mereka melobangi telinga binatang kurban tersebut sebagai tanda bahwa binatang itu binatang keramat milik tuhan-tuhan mereka.
2. Maḥīṣan مَحِيْصًا (an-Nisā’/4: 121)
Al-Maḥīṣ berarti tempat kembali, tempat untuk melarikan diri. Asal katanya ḥāṣa - yaḥīṣu. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang tunduk pada perintah setan, tempatnya di neraka. Di sini mereka tidak akan mendapatkan cara untuk melarikan diri dari siksa Allah.













































