Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 87 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 87 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 92 •  Quarter Hizb 9.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗ وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا ࣖ

Allāhu lā ilāha illā huw(a), layajma‘annakum ilā yaumil-qiyāmati lā raiba fīh(i), wa man aṣdaqu minallāhi ḥadīṡā(n).

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Sungguh, Dia pasti mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan di dalamnya. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

Makna Surat An-Nisa' Ayat 87
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang yang beriman dengan sesungguhnya pasti meyakini bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada tuhan selain Dia, tidak ada yang patut disembah kecuali Dia. Oleh sebab itu, janganlah kaum muslim lalai berbakti dan mengabdi kepada-Nya, patuhlah terhadap perintah-perintah-Nya dan tinggalkanlah laranganlarangan-Nya, karena Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat. Tidak satu pun yang sanggup membangkitkan dan mengumpulkan kalian selain Allah, untuk mempertanggungjawabkan semua amal yang telah kalian lakukan. Hari itu merupakan hari yang tidak diragukan terjadinya. Pada hari itu tidak ada manfaat harta kekayaan dan anak-anak kalian untuk menjadi penolong bagi kalian, dari azab Allah. Yang akan aman dari azab Allah hanyalah orang-orang yang beramal saleh sewaktu berada di dunia. Oleh sebab itu, manusia harus percaya kepada firman Allah tentang kedatangan hari Kiamat itu. Siapakah yang lebih dapat dipercaya ucapannya dan benar perkataan-nya daripada Allah? Ketahuilah bahwa informasi yang bukan berasal dari Allah tidak dapat dipastikan kebenarannya, karena berita-berita itu mengandung kemungkinan benar atau kemungkinan salah. Sedangkan informasi yang bersumber dari Allah pasti benar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kaum Muslimin akan menerima ganjaran berupa pahala dari Allah Yang Mahakuasa di hari kemudian nanti. Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa yang berhak disembah, karenanya janganlah kaum Muslimin lalai berbakti kepada-Nya dan tunduk menjunjung perintah dan menjauhi larangan-Nya. Kebahagiaan dan ketenangan jiwa serta kemurnian akal manusia adalah terletak pada kebebasannya dari belenggu kebendaan. Selain Allah, tidak ada yang berhak disembah karena hanya Allah yang sanggup membangkitkan dan menghimpun manusia pada hari kemudian, hari yang pasti datangnya. Karena itu hendaklah manusia percaya kepada firman Allah, karena tidak satupun yang dapat lebih dipercayai selain firman Allah.

Adapun yang bukan berasal dari Allah tidak pasti kebenarannya, karena berita-berita dari manusia mengandung kemungkinan benar dan kemungkinan salah.

Isi Kandungan Kosakata

Taḥiyyah تَحِيَّةْ (an-Nisā’/4: 86)

Secara etimologis, taḥiyyah berarti menghormati atau penghormatan. Taḥiyyah masdar dari ḥayya. Akar katanya ḥayat yang artinya kehidupan. Sebelum Islam, orang Arab menyapa temannya dengan perkataan ḥayyākallāh, artinya mudah-mudahan Allah memberimu keselamatan. Kata ini mengandung doa sehingga setiap penghormatan (taḥiyyah) dianggap doa, karena taḥiyyah bisa menjadi sebab kehidupan baik di dunia dan di akhirat, misalnya التحيّات لله yang dibaca ketika tasyahhud. Setelah Islam datang, ucapan penghormatan ini diganti dengan assalāmu’alaikum. Ucapan pengganti ini lebih sempurna, karena kehidupan yang tidak dibarengi keselamatan tidak berarti apa-apa. Taḥiyyah merupakan praktik ber-masyarakat yang sangat mulia dan dianjurkan oleh Islam. Karena, taḥiyyah menunjukkan sikap saling menghargai di antara sesama. Malah, karena pentingnya sikap saling menghormati itu, Islam mewajibkan kepada kita untuk menjawab taḥiyyah yang diberikan orang lain, dengan taḥiyyah yang lebih bagus atau minimal sepadan. Dalam Islam, salah satu cara untuk memberikan taḥiyyah adalah mengucapkan salam, "assalāmu ‘alaikum."

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto