Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 156 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 156 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 103 •  Quarter Hizb 11 •  Juz 6 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَّبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلٰى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيْمًاۙ

Wa bikufrihim wa qaulihim ‘alā maryama buhtānan ‘aẓīmā(n).

(Kami juga menghukum mereka) karena kekufuran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan palsu lagi sangat keji.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 156
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami hukum juga mereka karena kekafiran mereka terhadap Isa, mereka tidak percaya bahwa Isa adalah utusan Allah, dan tuduhan mereka yang sangat keji yang mengandung kedustaan yang besar terhadap Maryam, yaitu menuduhnya berzina padahal telah dibuktikan kesuciannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa di antara sebab orang Yahudi mendapat kutukan dan kemurkaan Allah, karena kekafiran mereka terhadap Nabi Isa dan Nabi Muhammad, karena tuduhan mereka terhadap Maryam merupakan kedustaan yang besar bahwa Maryam melakukan zina dengan seorang yang bernama Yusuf an-Najjār, sehingga melahirkan Isa putra Maryam. Tuduhan itu sama sekali tidak benar sebagaimana firman Allah:

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ ۗ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ٥٩

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, ”Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Āli ‘Imrān/3:59).

Demikianla h Allah kuasa menciptakan Isa dari seorang ibu tanpa ayah, Allah membuktikan kekuasaan-Nya menciptakan manusia dengan empat cara:

1. Menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu.

2. Menciptakan Hawa dari unsur yang sama dengan Adam.

3. Menciptakan Isa dari ibu tanpa ayah.

4. Menciptakan yang lain-lain melalui ayah dan ibu.

Ternyata apa yang dilontarkan orang Yahudi kepada Maryam bahwa Maryam melakukan perzinaan adalah dusta yang amat besar. "... Kedustaan yang besar bahwa Maryam melahirkan anak haram. Bibel membantah tuduhan itu: "... dan menurut anggapan orang, Ia adalah Yusuf, anak Eli..." (Lukas 3. 23), sebab menurut Matius 1. 1-25, bahwa kelahiran Yesus Kristus pada waktu Maria bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Rohulkudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Yusuf suami seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya, ia bermaksud diam-diam akan menceraikannya. Tetapi dalam mimpinya malaikat Tuhan tampak kepadanya, dan berkata, agar jangan takut "... mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah Rohulkudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, ..." (Matius 1. 18-21)

Isi Kandungan Kosakata

aṭ-Ṭūr اَلطُّوْرِ(an-Nis /4: 153)

Aṭ-ṭūr artinya “bukit atau gunung,” yang dimaksud di sini yaitu “Gunung Sinai,” tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah. Diangkatnya Gunung Sinai ke atas kepala mereka seperti akan jatuh menimpa mereka, dalam rangka mengingatkan perjanjian mereka untuk masuk ke pintu gerbang Baitulmakdis dan tidak melanggar larangan menangkap ikan pada hari Sabat (Sabtu). Orang Yahudi sudah berjanji akan menaati perjanjian tersebut tetapi ternyata mereka melanggarnya. Gunung Sinai adalah tempat bersejarah bagi Nabi Musa a.s. seperti Baitulmakdis bagi Nabi Isa a.s. dan Mekah Almukarramah bagi Nabi Muhammad saw., sebagaimana disebutkan dalam Surah at-Tīn/95:1-3, yang kemudian menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk yang mulia dan diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi jika tidak beriman dan beramal saleh maka akan ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya yaitu di neraka. Sebuah surah dalam Al-Qur’an yaitu Surah ke-52 juga bernama aṭ-Ṭūr yang dimulai dengan sebuah qasam atau sumpah yang artinya “demi gunung”, yang dimaksud dalam ayat itu juga Gunung Sinai.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto