اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ قَدْ ضَلُّوْا ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا
Innal-lażīna kafarū wa ṣaddū ‘an sabīlillāhi qad ḍallū ḍalālam ba‘īdā(n).
Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah tersesat jauh.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir, tidak percaya kepada Allah dan kepada kebenaran Al-Qur'an, dan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya, dari jalan yang benar disebabkan oleh kekafirannya itu.
Sesungguhnya orang yang masih tetap dalam kekafiran setelah datang petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan selalu menghalangi orang supaya jangan percaya kepadanya dan kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya seperti yang selalu dipraktekkan oleh orang-orang Yahudi Medinah dan orang-orang kafir Mekah, telah dinyatakan oleh Allah bahwa mereka itu sesat dari jalan yang benar dan sulit bagi mereka untuk kembali kepada kebenaran. Memang tepat apa yang diterangkan Allah mengenai orang-orang Yahudi itu, karena mereka sudah seharusnya percaya kepada seruan Nabi Muhammad, apalagi mereka telah mengenal beliau dalam kitab mereka sendiri, tetapi mereka tetap ingkar dan selalu mengadakan kebohongan dan tuduhan-tuduhan palsu terhadap beliau dan terhadap Al-Qur’an yang dibawanya agar manusia jangan beriman. Di antara tuduhan-tuduhan yang mereka kemukakan itu ialah “Kalau benar Muhammad itu seorang rasul mengapa tidak diturunkan kepadanya sebuah kitab yang lengkap sekaligus sebagaimana kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa?.” Dengan berbohong mereka berkata, “Allah telah menyebutkan dalam Taurat bahwa syariat Nabi Musa tidak akan diganti dan tidak akan dihapus sampai hari Kiamat.”
Seribu satu alasan mereka kemukakan untuk menolak kebenaran kenabian Muhammad dan Al-Qur’an, tetapi semua alasan itu hanya dibuat-buat dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu amat tepatlah bila mereka dicap oleh Allah sebagai orang yang jauh sekali tersesat dari jalan yang lurus.
Jahannam جَهَنَّمْ (an-Nisā/4:169)
Jahannam yaitu “neraka jahanam” berasal dari bahasa Ibrani. Ada juga yang berpendapat kata ini berasal dari bahasa Parsi, asalnya jihnam. Neraka jahanam adalah neraka yang paling berat siksaannya. Neraka-neraka yang lain (mulai dari yang paling ringan) yaitu (1) neraka wail (al-Humazah/104:1), (2) neraka hāwiyah (al-Qār’iah/101:8-11), (3) neraka laẓā (al-Ma’ārij/70:15-18), (4) neraka sa’īr (al-Mulk/67:5), (5) neraka saqar (al-Muddaṡṡir/74:26-30), (6) neraka ḥuṭamah (al-Humazah/104:4), (7) neraka jaḥīm atau neraka jahanam (al-Baqarah/2:119 dan Qāf/50:30). Allah menerangkan bahwa neraka jahanam adalah tempat bagi orang-orang kafir yang melakukan kezaliman termasuk orang Yahudi yang tetap ingkar pada risalah Nabi Muhammad saw dan juga menghalang-halangi orang lain yang akan berbuat kebaikan di jalan Allah, sehingga mereka benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.















































