Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 28 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 83 •  Quarter Hizb 9 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا

Yurīdullāhu ay yukhaffifa ‘ankum, wa khuliqal-insānu ḍa‘īfā(n).

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah juga hendak memberikan keringanan atas beban yang dipikulkan-Nya kepadamu. Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersifat lemah, maka tidak ada hukum-Nya yang di luar kemampuan manusia untuk memikulnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menghendaki keringanan bagi kaum Muslimin, karena itu membolehkan mereka yang kurang sanggup memberi belanja kepada perempuan merdeka untuk menikahi seorang hamba sahaya. Allah memberitahukan pula bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah, terutama dalam menghadapi godaan hawa nafsunya. Oleh karenanya hendaklah kaum Muslimin menjaga dirinya agar jangan sampai melakukan pelanggaran, seperti berzina dan lain sebagainya. Ini semua dalam rangka membentengi manusia dari pengaruh setan dan hawa nafsu yang dapat menjerumuskannya. Manusia harus menyadari kelemahan dirinya, karena itu perlu membentengi diri dengan iman yang kuat dan perlu mengetahui tuntunan Allah dan cara-cara mengatasi godaan hawa nafsunya.

Isi Kandungan Kosakata

Syahawāt شَهَوَات(an-Nisā’ /4: 27)

Syahawāt, jamak syahwah, yaitu “kecenderungan jiwa kepada sesuatu yang diinginkan”. Kecenderungan ini terbagi dua: kecenderungan yang benar (صادقة), yaitu yang dapat merusak tubuh jika tidak dipenuhi, seperti makan ketika lapar, dan kecenderungan yang tidak benar (كاذبة), yaitu yang tidak merusak tubuh jika keinginan tersebut tidak dipenuhi. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat, “manusia cinta terhadap apa yang diinginkan (syahawāt), yaitu perempuan, anak-anak, dan harta benda…” (Āli ‘Imrān/3:14). Syahawāt di sini mencakup keduanya. Tetapi dalam ayat, “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya (syahawāt).” (Maryam/19:59). Arti syahawāt di sini lebih pada hal-hal yang sifatnya kecenderungan yang tidak benar (كاذبة). Yang dimaksud dengan mengikuti syahwat dalam ayat ini adalah melanggar syariat agama yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya, seperti mengawini keluarga dekat, istri yang bersuami dan lain-lain.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto