Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 107 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 107 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 96 •  Quarter Hizb 10.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًاۙ

Wa lā tujādil ‘anil-lażīna yakhtānūna anfusahum, innallāha lā yuḥibbu man kāna khawwānan aṡīmā(n).

Janganlah engkau (Nabi Muhammad) berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 107
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan janganlah kamu, wahai Nabi Muhammad dan umatmu, berdebat untuk membela orang-orang yang sengaja dan terus-menerus mengkhianati diri mereka. Sungguh, Allah tidak menyukai, yakni tidak menurunkan rahmat-Nya, kepada orang-orang yang selalu mengulangi perbuatan berkhianat dari waktu ke waktu, dan bergelimang dosa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Nabi Muhammad saw dilarang membela orang-orang yang mengkhianati dirinya sendiri, seperti Ṭu’mah dengan kaum kerabatnya yang berusaha menutupi kesalahannya. Mereka dikatakan mengkhianati diri sendiri sedang yang dikhianati sebenarnya adalah orang lain karena akibat pengkhianatan itu akan menimpa diri mereka sendiri. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat, berdosa dan mengotori jiwanya dengan perbuatan-perbuatan jahat seperti Ṭu’mah yang ternyata setelah kedok kejahatannya terbuka dia murtad dan melarikan diri ke Mekah bergabung dengan orang-orang musyrik.

Isi Kandungan Kosakata

جَادَلْتُمْ Jādaltum (4: 109)

Jādaltum artinya saling mendebat. Akar katanya adalah (جدل) yang artinya memilin, menganyam, memintal secara keras dan kuat. Jidāl atau mujādalah identik dengan mukhāṣamah yang artinya saling berbantah, bertengkar, berselisih, karena orang yang sedang berselisih atau bertengkar berusaha mencengkeram, memilin lawannya secara keras (Ibnu Faris, al-Khāzin). Al-Mujādalah dalam Al-Qur’an adalah mengeluarkan kemampuan untuk mendebat orang dengan mengemukakan hujah dan bukti-bukti yang bisa meyakinkan orang lain, bahwa apa yang diyakininya salah. Jidāl, banyak sekali terdapat pada ayat-ayat yang membantah tuduhan-tuduhan orang musyrik atau kafir, baik terhadap keesaan Allah, kenabian maupun kebenaran Al-Qur’an serta hari kebangkitan (lihat al-An‘ām/6: 25)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto