Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 106 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 106 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 96 •  Quarter Hizb 10.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ

Wastagfirillāh(a), innallāha kāna gafūrar raḥīmā(n).

Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 106
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya untuk memohon ampun. Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah selamanya, sejak dahulu hingga kini dan masa mendatang, Maha Pengampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di dunia dan di akhirat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah menyuruh Rasulullah saw meminta ampun kepada-Nya atas sikapnya yang lekas percaya kepada laporan satu pihak yang berperkara karena sesungguhnya Allah Mahabesar ampunan-Nya dan Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya yang meminta ampun.

Tindakan beliau itu bukanlah suatu kesalahan. Beliau memutuskan dengan ijtihad, dan tuduhan kepada Tu’mah tidak disertai dengan bukti-bukti, lalu beliau percaya keterangan pembelaan famili Tu’mah. Diriwayatkan dari kitab Ṣaḥīḥ Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim sebagai berikut:

عَنْ اُمِّ سَلَمَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ جَلَبَةَ خَصْمٍ بِبَابِ حُجْرَتِهِ فَخَرَجَ اِلَيْهِمْ فَقَالَ: أَلاَ اِنَّمَا اَنَا بَشَرٌ وَاِنَّمَا اَقْضِي بِنَحْوِ مَا اَسْمَعُ وَلَعَلَّ اَحَدَكُمْ اَنْ يَكُوْنَ اَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَاَقْضِيْ لَهُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بِحَقِّ مُسْلِمٍ فَاِنَّمَا هِيَ قِطْعَةٌ مِنَ النَّارِ فَلْيَحْمِلْهَ ا اَوْ لِيَذَرْهَا (رواه البخاري ومسلم)

“Dari Ummu Salamah bahwasanya Rasulullah saw mendengar keributan orang-orang bertengkar di muka pintu rumahnya, lalu beliau mendatangi mereka. Beliau berkata, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia. Aku memutuskan suatu perkara sesuai dengan apa yang kudengar. Mungkin salah seorang kamu lebih pandai mengemukakan alasan dari yang lain, lalu aku mengambil keputusan untuknya. Maka barang siapa aku tetapkan untuknya hak seorang Muslim, maka sesungguhnya hak itu adalah sepotong api neraka. Maka hendaklah dia memikulnya atau membuangnya.” (Riwayat al-Bukhārī-Muslim).

Isi Kandungan Kosakata

جَادَلْتُمْ Jādaltum (4: 109)

Jādaltum artinya saling mendebat. Akar katanya adalah (جدل) yang artinya memilin, menganyam, memintal secara keras dan kuat. Jidāl atau mujādalah identik dengan mukhāṣamah yang artinya saling berbantah, bertengkar, berselisih, karena orang yang sedang berselisih atau bertengkar berusaha mencengkeram, memilin lawannya secara keras (Ibnu Faris, al-Khāzin). Al-Mujādalah dalam Al-Qur’an adalah mengeluarkan kemampuan untuk mendebat orang dengan mengemukakan hujah dan bukti-bukti yang bisa meyakinkan orang lain, bahwa apa yang diyakininya salah. Jidāl, banyak sekali terdapat pada ayat-ayat yang membantah tuduhan-tuduhan orang musyrik atau kafir, baik terhadap keesaan Allah, kenabian maupun kebenaran Al-Qur’an serta hari kebangkitan (lihat al-An‘ām/6: 25)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto