Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 37 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 37 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 84 •  Quarter Hizb 9.25 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

ۨالَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ

Al-lażīna yabkhalūna wa ya'murūnan-nāsa bil-bukhli wa yaktumūna mā ātāhumullāhu min faḍlih(ī), wa a‘tadnā lil-kāfirīna ‘ażābam muhīnā(n).

(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 37
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat yang lalu ditutup dengan ungkapan ketidaksenangan Allah kepada orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Mereka itu adalah orang yang kikir, dan juga menyuruh orang lain agar berbuat kikir dengan cara menghalangi orang lain berinfak dengan ucapan, dan memberi contoh berinfak dengan jumlah yang sangat ke-cil, dan juga secara terus menerus menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya dengan tidak mau menginfakkannya. Untuk itu, Kami telah menyediakan hukuman untuk orang-orang kafir dalam bentuk azab yang menghinakan atas kesombongan mereka itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Siapakah orang yang sombong dan takabur itu dan bagaimana perbuatannya? Mereka adalah orang-orang yang bakhil, tidak mau berbuat kebaikan sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Mereka tidak mau memberikan pertolongan dengan harta, tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan sesama manusia. Di samping bakhil mereka mempengaruhi orang lain untuk berlaku bakhil, agar orang lain tidak mengeluarkan hartanya untuk menolong orang yang perlu ditolong. Di dalam hati mereka tersimpan sifat loba dan tamak kepada harta benda. Biar orang lain hidup melarat dan sengsara, asal mereka dapat hidup senang dan bermegah-megah. Mereka menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Mereka berpura-pura seperti orang yang selalu dalam kesempitan dan kekurangan. Mereka yang seperti itu termasuk manusia yang tidak bersyukur kepada Allah, mereka adalah orang yang kafir atas nikmat Allah. Bagi orang kafir, Allah menyediakan siksa yang menghinakan, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Isi Kandungan Kosakata

1. żī al-Qurbā ذِى الْقُرْبَى (an-Nisā’/4: 36)

Kata żī berarti mempunyai. Sedangkan kata al-qurbā berarti keluarga, kaum kerabat, atau karib. Kata qurbā atau qurbānan sebagai asal kata dari fi’il qaruba-yaqrubu, berarti menghampiri atau mendekati (dalam nasab). Jika kata żī dan al-qurbā digabungkan (dijadikan muḍāf dan muḍāfun ilaihi), berarti keluarga atau kerabat.

Kata żī al-qurbā disebutkan enam kali dalam Al-Qur’an, antara lain dalam an-Nisā’/4:36. Kata żā al-qurbā disebutkan lima kali, dan kata żawī al-qurbā disebutkan satu kali.

2. Yabkhalūn (Al-Bakhīl) يَبْخَلُوْنَ (an-Nisā’/4: 37)

Kata ini berasal dari kata al-bukhl (bakhala) yaitu tidak mau mengeluarkan atau mendermakan apa yang ada pada seseorang (Al-Qurṭubi) atau biasa disebut dengan kikir. Apa yang ada pada seseorang bisa berupa materi seperti harta atau bukan materi seperti ilmu, namun sifat bukhl atau kikir ini lebih banyak terkait dengan persoalan harta. Sifat bakhil yang dicerca oleh Islam adalah jika seseorang menolak memberikan kewajiban yang semestinya dia keluarkan kepada orang lain. Seperti enggan membayar zakat.

Kata lain yang dipakai dalam Al-Qur’an adalah asy-syuh, namun asy-syuh keadaannya lebih berat lagi dari al-bukhl, sebab asy-syuh adalah sifat bakhil yang disertai dengan keinginan yang sangat untuk memiliki apa yang tidak ada pada dirinya. Atau sifat kikir yang disertai dengan keinginan yang sangat akan apa yang ada padanya. Sifat ini adalah sifat yang buruk yang bila terdapat pada seseorang akan menjadikan orang lain tidak simpati kepadanya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto