Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 136 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 136 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 100 •  Quarter Hizb 10.75 •  Juz 5 •  Manzil 1 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

Yā ayyuhal-lażīna āmanū āminū billāhi wa rasūlihī wal-kitābil-lażī nazzala ‘alā rasūlihī wal-kitābil-lażī anzala min qabl(u), wa may yakfur billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri faqad ḍalla ḍalālam ba‘īdā(n).

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 136
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada Kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh dari kebenaran dan petunjuk Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menyeru kaum Muslimin agar mereka tetap beriman kepada Allah, kepada Rasul-Nya Muhammad saw, kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya, dan kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelumnya. Kemudian ayat ini memperingatkan orang-orang yang mengingkari seruan-Nya. Barang siapa mengingkari Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan hari akhirat, ia telah tersesat dari jalan yang benar, yaitu jalan yang akan menyelamatkan mereka dari azab yang pedih dan membawanya kepada kebahagiaan yang abadi.

Iman kepada kitab-kitab Allah dan kepada rasul-rasul-Nya adalah satu rangkaian yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Tidak boleh beriman kepada sebagian rasul dan kitab saja, tetapi mengingkari bagian yang lain seperti dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Iman serupa ini tidak dipandang benar, karena dipengaruhi oleh hawa nafsu atau hanya mengikuti pendapat-pendapat dan pemimpin-pemimpin saja.

Apabila ada orang yang mengingkari sebagian kitab, atau sebagian rasul, maka hal itu menunjukkan bahwa ia belum meresapi hakikat iman, karena itu imannya tidak dapat dikatakan iman yang benar, bahkan suatu kesesatan yang jauh dari bimbingan hidayah Allah.

Isi Kandungan Kosakata

al-Qisṭ اَلْقِسْط (an-Nisā’/4: 135)

Kata al-qisṭ adalah maṣdar dari fi’il (kata kerja) qasaṭa - yaqsiṭu, berarti adil, bagian, timbangan, neraca, angsuran, kadar. Dalam Al-Qur’an, al-qisṭ (jamaknya aqsaṭ) dengan berbagai bentuk kata jadiannya, disebut dua puluh lima kali. Dalam bentuk maṣdar sebayak lima belas kali, antara lain dalam Surah an-Nisā’/4:135. Dalam bentuk isim tafḍīl disebut dua kali, dalam bentuk fi’il muḍāri’ disebut dua kali, dalam bentuk perintah disebut satu kali, dalam bentuk isim fā’il disebut lima kali, masing-masing dua kali berasal dari bentuk ṡulaṡi dan dari bentuk mazīd sebanyak tiga kali.

Istilah al-qisṭ dengan berbagai bentuk turunannya dalam Al-Qur’an secara umum berbicara mengenai keadilan. Dari dua puluh lima kali pengungkapan al-qisṭ tersebut, hanya dua ayat yang mengandung pengertian kecurangan dan kekufuran seperti pada Surah Al-Jin/72: 15.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto