Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 159 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 159 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 103 •  Quarter Hizb 11 •  Juz 6 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ

Wa im min ahlil-kitābi illā layu'minanna bihī qabla mautih(ī), wa yaumal-qiyāmati yakūnu ‘alaihim syahīdā(n).

Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.186) Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

Makna Surat An-Nisa' Ayat 159
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, yang tidak beriman kepadanya, yakni kepada Nabi Isa bahwa beliau adalah utusan Allah, sebelum kematiannya, yakni sebelum kematian dari Ahli Kitab itu. Dan pada hari Kiamat, dia, Nabi Isa, akan menjadi saksi terhadap mereka bahwa beliau adalah utusan Allah, dan tidak pernah menyampaikan kepada umatnya selain apa yang diperintahkan Allah agar disampaikan kepadanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, baik Yahudi maupun Nasrani, melainkan akan beriman kepada Nabi Isa dengan iman yang sebenarnya sebelum mereka itu mati, yaitu ketika menghadapi sakaratul maut. Orang-orang Yahudi akan beriman, bahwa Nabi Isa itu utusan Allah dan roh yang ditiupkan kepada Maryam dan sebagai makhluk ciptaan Allah. Orang-orang Nasrani pun akan beriman bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah dan kalimah-Nya, bukan Allah dan bukan pula anak Allah. Keimanan mereka yang sedemikian itu tidak berguna lagi, sebab dinyatakan setelah roh mereka sampai di tenggorokan, setelah mereka melihat tanda-tanda di alam akhirat. Tercantum dalam firman Allah:

يَوْمَ يَأْتِيْ بَعْضُ اٰيٰتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا اِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ اٰمَنَتْ مِنْ قَبْلُ ١٥٨

…Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu… (al-An‘ām/6:158).

Ada pula sebagian ulama yang menafsirkan ayat ini demikian: tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, melainkan akan beriman kepada Nabi Isa dengan iman yang sebenarnya sebelum Nabi Isa wafat. Beliau akan diturunkan lagi ke dunia dari langit pada akhir zaman untuk memperbaiki nasib umat Islam setelah dirusak oleh Dajjal.

Berdasarkan beberapa hadis sahih riwayat al-Bukhārī dan Muslim dan lain-lain: Nabi Isa akan turun ke dunia, nanti pada akhir zaman. Beliau akan memecahkan salib lambang umat Nasrani, akan memusnahkan babi dan segala kekejian. Setelah itu dunia akan mengalami kesuburan, keamanan dan kesejahteraan yang adil dan merata. Ketika itu Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani akan beriman semuanya kepada Nabi Isa sebelum wafat, dan setelah wafat beliau dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad di Medinah. Turunnya beliau ke dunia ini adalah untuk menegakkan syariat Muhammad sehingga Nabi Muhammad tetap menjadi saksi atas keimanan atau kekafiran Ahli Kitab, seperti dijelaskan dalam firman Allah:

فَكَيْفَ اِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍۢ بِشَهِيْدٍ وَّجِئْنَا بِكَ عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ شَهِيْدًاۗ ٤١

Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisā’/4:41).

Isi Kandungan Kosakata

aṭ-Ṭūr اَلطُّوْرِ(an-Nis /4: 153)

Aṭ-ṭūr artinya “bukit atau gunung,” yang dimaksud di sini yaitu “Gunung Sinai,” tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah. Diangkatnya Gunung Sinai ke atas kepala mereka seperti akan jatuh menimpa mereka, dalam rangka mengingatkan perjanjian mereka untuk masuk ke pintu gerbang Baitulmakdis dan tidak melanggar larangan menangkap ikan pada hari Sabat (Sabtu). Orang Yahudi sudah berjanji akan menaati perjanjian tersebut tetapi ternyata mereka melanggarnya. Gunung Sinai adalah tempat bersejarah bagi Nabi Musa a.s. seperti Baitulmakdis bagi Nabi Isa a.s. dan Mekah Almukarramah bagi Nabi Muhammad saw., sebagaimana disebutkan dalam Surah at-Tīn/95:1-3, yang kemudian menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk yang mulia dan diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tetapi jika tidak beriman dan beramal saleh maka akan ditempatkan pada tempat yang serendah-rendahnya yaitu di neraka. Sebuah surah dalam Al-Qur’an yaitu Surah ke-52 juga bernama aṭ-Ṭūr yang dimulai dengan sebuah qasam atau sumpah yang artinya “demi gunung”, yang dimaksud dalam ayat itu juga Gunung Sinai.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto