Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 160 - Surat An-Nisā' (Perempuan)
النّساۤء
Ayat 160 / 176 •  Surat 4 / 114 •  Halaman 103 •  Quarter Hizb 11 •  Juz 6 •  Manzil 1 • Madaniyah

فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبٰتٍ اُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَثِيْرًاۙ

Fa biẓulmim minal-lażīna hādū ḥarramnā ‘alaihim ṭayyibātin uḥillat lahum wa biṣaddihim ‘an sabīlillāhi kaṡīrā(n).

Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makanan-makanan) yang baik yang (dahulu) pernah dihalalkan bagi mereka; juga karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,

Makna Surat An-Nisa' Ayat 160
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka disebabkan karena kezaliman orang-orang Yahudi, sebagaimana diterangkan dalam ayat sebelum ini, Kami haramkan kepada mereka makanan yang baik-baik yang dahulu, sebelum mereka berbuat kedurhakaan itu, pernah dihalalkan, antara lain semua binatang yang berkuku sebagaimana disebutkan dalam Surah al-An'am/6: 146; dan karena mereka sering menghalangi orang lain dari jalan Allah dengan melarang berbuat baik dan menyuruh kepada yang mungkar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Bilamana orang-orang Yahudi itu berbuat dosa atau pelanggaran yang berat seperti penyembahan terhadap patung anak sapi, lalu mereka bertobat, maka walaupun tobatnya diterima, namun sebagai akibat dari pelanggaran itu, Allah mengharamkan kepada mereka beberapa makanan yang baik yang dahulunya halal bagi mereka. Mereka tidak mengakui bahwa makanan-makanan yang baik itu diharamkan sebagai akibat dari dosa-dosanya, bahkan mereka mengatakan, bahwa makanan-makanan itu telah lebih dahulu diharamkan, yaitu sejak Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan nabi-nabi yang datang kemudian; Allah membantah pengakuan mereka dengan firman-Nya:

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلًّا لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسْرَاۤءِيْلُ عَلٰى نَفْسِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرٰىةُ ۗ

Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan... (Āli ‘Imrān/3:93).

وَعَل َى الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِيْ ظُفُرٍ

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku… (al-An‘ām/6:146).

Dihara mkan makanan yang baik itu kepada Bani Israil (Imamat vii.23; xi 4-6) karena mereka menghalangi manusia dari jalan Allah, dan karena mereka menganjurkan kejahatan dan kemungkaran dan melarang berbuat kebajikan dan menyembunyikan sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang terdapat dalam kitab-kitab mereka.

Isi Kandungan Kosakata

ar-Rāsikhūn اَلرَّاسِخُوْن َ (an-Nisā/4:162)

Kata raskh mempunyai arti “tetap dan kukuh pada tempatnya”. Jika dikatakan rasakha al-gadir artinya “air dalam kolam meresap”, jika dikaitkan dengan ilmu maka maksudnya ilmu itu menancap kuat-kuat di dada. Dari pengertian tersebut kata ar-rāsikhūn artinya “orang-orang yang mendalam ilmunya”, maksudnya orang-orang yang mampu menguasai ilmu secara benar sejalan dengan petunjuk Allah. Di samping berbagai keburukan yang dilakukan orang-orang Yahudi ada juga orang-orang Yahudi yang mendalam ilmunya seperti Abdullāh bin Salām dan kawan-kawannya yang masuk Islam bersama dengan orang-orang mukmin yang beriman pada Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelumnya. Mereka rajin melaksanakan salat, menunaikan zakat dan menjaga iman mereka kepada Allah dan hari akhir. Mereka pasti akan memperoleh pahala yang besar. Jadi menguasai ilmu secara benar dan mendalam, sesuai dengan petunjuk Allah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama. Dalam Surah Āli ‘Imrān/3:7 Allah juga menunjukkan penghargaan yang tinggi kepada orang-orang yang mendalam ilmunya, mereka ini sebagai kelompok penting di masyarakat yang berfungsi sebagai motivator dan penggerak pembangunan umat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto