Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 54 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 54 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 357 •  Quarter Hizb 36.5 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَّا حُمِّلْتُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوْاۗ وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Qul aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūl(a), fa in tawallau fa innamā ‘alaihi mā ḥummila wa ‘alaikum mā ḥummiltum, wa in tuṭī‘ūhu tahtadū, wa mā ‘alar rasūli illal-balāgul-mubīn(u).

Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling, sesungguhnya kewajiban Rasul (Nabi Muhammad) hanyalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.”

Makna Surat An-Nur Ayat 54
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah itu Allah mengingatkan orang-orang mukmin agar tidak terpedayta oleh ulah orang-orang munafik. “katakanlah, wahai Nabi Muahammad, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dalam semua perintah dan larangan mereka dengan ketaan yang tilus. Jika kamu berpaling maka kamu akan tersesat dan merugi, karena sesungguhnya kewajiban Rasul itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, yaitu menyampaikan risalah Allah, dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu, yaitu menerima dengan tulus tuntunannya, niscaya kamu mendapat petunjuk menuju kebahagian hidup didunia dan akhirat. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan jelas melalui ucapan, pembenaran, dan keteladanannya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah memerintahkan lagi kepada Nabi Muhammad untuk mengatakan kepada mereka untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan sungguh-sungguh. Jangan selalu berpura-pura beriman, tetapi perbuatan dan tingkah laku mereka bertentangan dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Ini adalah sebagai peringatan terakhir kepada mereka. Bila mereka tetap juga berpaling dari kebenaran dan melakukan hal-hal yang merugikan perjuangan kaum Muslimin maka katakanlah kepada mereka bahwa dosa perbuatan mereka itu akan dipikulkan di atas pundak mereka sendiri dan tidak akan membahayakan Nabi dan kaum Muslimin sedikit pun. Mereka akan mendapat kemurkaan Allah dan siksaan-Nya. Bila mereka benar-benar taat dan keluar dari kesesatan dengan menerima petunjuk Allah dan Rasul-Nya niscaya mereka akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Kewajiban Rasul hanya menyampaikan petunjuk dan nasihat. Menerima atau menolak adalah keputusan masing-masing, di luar tanggung jawab Rasul.

Isi Kandungan Kosakata

1. Mu’riḍūn مُعْرِضُوْنَ (an-Nūr/24:48)

Lafal mu’riḍūn merupakan bentuk jamak dari lafal mu’riḍ, terambil dari kata ‘araḍa yang merupakan antonim dari lafal ṭūl (panjang) yang berarti lebar. Awalnya lafal ini digunakan pada jism kemudian dijadikan ungkapan untuk selain jism. ‘Araḍa memiliki makna yang banyak, di antaranya adalah mengemukakan, memamerkan atau mendemonstrasikan, seperti firman Allah QS 2:31 “ṡumma ‘araḍahum ‘ala al-malāikah” (kemudian Adam mengemukakan kepada para malaikat). ‘Araḍa juga diartikan dengan barang-barang kenikmatan duniawi yang bersifat fana (al-Anfāl/8:67). ‘Araḍa juga diartikan dengan awan seperti yang disebutkan dalam al-Aḥqāf/46:24. Al-’Urḍah adalah penghalang (al-Baqarah/2:224). Ba’īr ‘urḍah berarti unta itu menjadi penghalang dalam perjalanan. A’raḍa juga berarti berpaling, menghindar, menolak atau membuang. Dalam ayat ini, dijelaskan mengenai sifat orang-orang munafik dalam bertahkim kepada Rasul. Sikap mereka adalah tatkala mereka dipanggil untuk datang agar Rasul mengadili di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang bahkan mereka lebih senang bertahkim kepada selain Allah dan Rasul-Nya.

2. Muẓ’inūn مُذْعِنِيْنَ (an-Nūr/24: 49)

Secara etimologis, muẓ’inūn berarti patuh. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan sikap orang-orang munafik yang menolak kebenaran dakwah Rasulullah. Kendati mereka mengaku beriman, mereka tetap saja berpaling dari putusan Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kebenaran ada di pihak mereka, mereka akan datang kepada Rasulullah dengan patuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto