Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat An-Nūr (Cahaya)
النّور
Ayat 25 / 64 •  Surat 24 / 114 •  Halaman 352 •  Quarter Hizb 36 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Madaniyah

يَوْمَىِٕذٍ يُّوَفِّيْهِمُ اللّٰهُ دِيْنَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ

Yauma'iżiy yuwaffīhimullāhu dīnahumul-ḥaqqa wa ya‘lamūna annallāha huwal-ḥaqqul-mubīn(u).

Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka dan mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Benar lagi Maha Menjelaskan.

Makna Surat An-Nur Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sungguh, orang-orang yang menuduh berzina kepada perempuan-perempuan yang baik, menjaga kehormatannya, dan menjauhi perbuatan maksiat; yang lengah, yaitu tidak pernah berpikir untuk berbuat keji; dan wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka, yakni para penuduh itu, dilaknat di dunia dan di akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar pada hari Kiamat ketika Allah menjadikan lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan,termasuk tuduhan bohong mereka. Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka secara setimpal, dan ketika itu mereka tahu dan sadar bahwa Allah Mahabenar atas segala firman-Nya, Maha Menjelaskan segala sesuatu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa di akhirat nanti, akan disempurnakan balasan amal perbuatan tiap-tiap manusia oleh Allah. Di sanalah mereka akan mengetahui bahwa azab yang dijanjikan kepada mereka yang berbuat dosa dan maksiat di dunia ini, benar-benar akan menjadi kenyataan dan tidak ada keragu-raguan, Allah benar-benar menepati janji-Nya, dan menjelaskan sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya. Firman Allah:

وَاتَّقُوْ ا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ࣖ ٢٨١

Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)

Oleh karena itu setiap manusia hendaklah berhati-hati dalam berbuat sesuatu dan sedapat mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan dia binasa dan di azab nanti di akhirat, sebagaimana sabda Nabi saw:

اِجْتَنِبُو ا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ ، وَقِيْلَ مَنْ هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ قَالَ اَلشِّرْكُ بِاللّٰهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَاَكْلُ الرِّبَا وَاَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَدْفُ الْمُحْصَنَاتِ اْلغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ . (رواه البخاري ومسلم عن ابي هريرة)

Jauhilah tujuh macam yang membinasakan. Ditanya apakah yang tujuh itu wahai Rasulullah? Jawab beliau, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh (manusia) yang diharamkan Allah, kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta benda anak yatim, lari membelakang dari pertempuran (fī sabīlillāh) dan menuduh perempuan-perempuan yang baik yang bersih hatinya dan beriman.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

Al-Gāfilāt اَلْغَافِلَاتِ (an-Nūr/24: 23)

Kata al-gāfilāt terambil dari akar kata gafala- yagfulu- gaflan/gaflatan, yang berarti lupa, lalai, lengah, melupakan. Makna al-gāfilāt adalah perempuan-perempuan yang lengah dan lugu. Jadi maksud al-gāfilāt dalam ayat ini adalah perempuan-perempuan yang lengah, lugu, polos serta tidak sempat berpikir apalagi mengerjakan keburukan karena kebersihan hatinya. Sehingga tidak mungkin mereka itu berbuat zina yang dituduhkan kepada mereka, apalagi mereka itu adalah perempuan-perempuan yang baik-baik yang selalu melindungi diri mereka dengan kesucian, juga sebagai perempuan-perempuan yang beriman yang sempurna imannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto